Panen Kencur Organik di Baduy Hasilkan Ratusan Ton

Komoditas pertanian yang dihasilkan warga Baduy, selalu alami atau organik. Penggunaan pestisida atau pupuk kimia di wilayah ini sangat dilarang. Saat ini, mereka sedang panen Kencur organik di baduy dengan hasil yang cukup melimpah. Jahe Merah dan Kuranji akan segera mengikuti. Sebuah irama panen yang tetap berulang sepanjang waktu.

panen kencur organik di baduy
Jaro Saijah, pejabat adat yang memegang jabatan Jaro Pamarenta, menunjukkan hasil panen Cikur atau panen kencur organik di Baduy yang melimpah (foto-Nur.H/BantenTribun)

Pandeglang,BantenTribun.id– Setiap keluarga di Baduy memiliki sedikitnya 2 ton kencur atau warga Baduy menyebutnya dengan “Cikur” dimusim panen seperti saat sekarang ini.

Ada sedikitnya empat ribu lima ratusan kepala keluarga disana. Banyaknya hasil panen bisa terlihat dengan adanya tumpukan berkarung-karung kencur di setiap depan rumah warga.

Tingginya hasil panen kencur di Baduy dipengaruhi oleh pola tanam yang serempak bagi seluruh keluarga Baduy.

Pola tanam ini terkait dengan tata cara tanam yang mengikuti aturan adat, sehingga apapun yang mereka tanam akan dilakukan secara bersamaan waktu dan aturannya. Jika ada perbedaan waktu tanam, itu hanya beda hitungan hari.

“Banyak pak, setiap keluarga sedikitnya punya dua ton cikur,” ungkap Jaro Saijah, kepada BantenTribun.

”Lihat aja sendiri, tuh” sambung pria yang menjabat sebagai Jaro Pamarentah di Baduy, sambil menunjuk tumpukan karung di masing-masing rumah warga.

Hal tersebut dibenarkan oleh Musung, “ Betul, pak,” timpalnya.

“Di rumah saya juga banyak” ungkap warga Kampung Gajeboh yang sedang berkunjung ke rumah jaro.

Meskipun hasil melimpah dan sudah ada pedagang yang menampung, Jaro Saijah masih menawarkan kepada siapa saja yang tertarik atau berminat untuk membeli hasil paertanian warga itu.

Ia menawarkan harga kisaran dua puluh ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah perkilonya.

“Silakan masyarakat luar Baduy jika berminat, tinggal bayar langsung angkut. Berapa ton pun ada, mumpung masih banyak” kata Jaro Saijah yang ditemui Banten Tribun, Minggu sore (9/8).

Salah satu kelebihan hasil panen kencur di Baduy adalah hasil panen terasa lebih segar karena langsung dari kebun warga Baduy.

Selain itu, cara tanam warga Baduy yang terbiasa mengikuti aturan adat, misalnya tidak boleh sembarang tanam, terlebih adanya larangan menggunakan pupuk apapun.

Kencur Baduy merupakan produk pertanian organik dan sangat alami.

Setelah panen cikur, biasanya akan diikuti oleh panen lainnya yang ada di hutan dan ladang di Baduy yang mereka tanami. Usai musim cikur biasanya dikuti  musim jahe merah dan kuranji yang selanjutnya akan diikuti musim Kadu atau Duren.

Irama panen atau siklus ini terus berulang sepanjang waktu. Tentu saja semua komoditas pertanian yang dihasilkan warga Baduy sangat alami atau organic karena adanya larangan penggunaan pupuk.* (Nur/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.