Panen Gol Bayern Muenchen, Warnai Kekalahan Barcelona Di Perempat Final UCL

Panen gol Bayern Muenchen, membuat Barcelona gagal menembus semi final UCL. Panen gol itu juga menambah derita kegagalan Blaugrana di musim ini dalam meraih prestasi

panen gol bayern muenchen
panen gol bayern muenchen. foto: David Flores. Flickr

BantenTribun.id- Laga Bayern Muenchen vs Barcelona bisa dibilang menjadi laga terbaik di babak 8 besar Uefa Champions League (UCL) musim ini.

Bukan saja karena keduanya tim favorit juara, tapi baik Die Rotten maupun Blaugrana adalah dua tim dengan mental juara di kompetisi paling bergengsi Eropa itu.

Bukan hanya itu, tim asal Jerman dan Spanyol itu juga dihuni bintang-bintang sepakbola dunia kelas wahid, mulai dari kiper, bek, gelandang hingga striker.

Satu hal yang membuat laga dua tim bakal menarik, adalah gaya menyerang yang di anut kedua pelatih, baik Setiene mupun Hans Dieter Flick adalah pecinta sepakbola menyerang. Yang memedakan hanya cara.

Setiene di Barcelona adalah pecinta tiki-taka, umpan pendek cepat disertai pengaturan tempo dan skill individu pemain, sebaliknya di sisi lawan, Hans Dieter Flick lebih senang umpan tik-tak cepat dimana pemain dilarang memegang bola terlalu lama, tapi pergerakan mereka haruslah cepat dan dinamis.

Gaya sepakbola menyerang kedua tim juga dibuktikan dengan gelar el-Phichici pada Messi dan Robert Lewandowski.

Panen Gol Bayern Muenchen

Bertanding di Da Luz, kandang Benfica, Sabtu (15/8) dinihari, Bayern Muenchen datang dengan rasa percaya diri. Hand Dieter Flick merasa timnya sedang dalam performa terbaik setelah merebut gelar juara ditengah pandemi.

Sebaliknya, Barcelona tengah dirundung rasa ‘insecure’, karena laga UCL di masa pandemi ini hanya digelar satu leg, sementara Blaugrana biasanya panas di leg kedua.

Selain itu, pasukan Camp Nou juga tengah dilanda penyakit sulit menang dan sulit mencetak gol, belum lagi mereka masih gagal move on setelah tak menjadi kampiun di La-Liga.

Beruntung kemenangan atas Napoli di 16 besar UCL sedikit mendongkrak rasa percaya diri mereka.

Hasil dilapangan pun seolah mewakili rasa kedua tim. Sebab, saat laga baru berlangsung 3 menit, Barcelona dikejutkan oleh gol cepat Muenchen. Umpan tarik Perisic dilanjutkan dengan aksi tik-tak Lewandowski dan tendangan langsung Mueller yang menembus gawang Barca. 1-0 untuk Die Rotten.

Gol kejutan itu memang tak bertahan lama, pasalnya, empat menit kemudian David Alaba membuat kesalahan fatal, blokingnya malah mengarah ke gawang Neuer dan menjadi gol bunuh diri. Skor pun berubah jadi imbang, 1-1.

Menit ke-21, Ter Stegen harus kembali memungut bola, kiper Jerman itu tak kuasa menahan lesakan Ivan Perisic, skor kembali berubah menjadi 2-1. Pemain 31 tahun eks Inter itu bermain cukup apik di laga ini.

Panen gol Bayern Muenchen dimulai, saat gol ketiga datang dari kaki Serge Gnabry saat meneruskan kreasi Alcantara dari lini tengah. Tendangan pemain 25 tahun itu mengarah ke pokok kanan dan tak sanggup dijangkau Ter Stegen. Skor kembali berubah 3-1.

Gol ke-4 membuat panen gol Bayern Muenchen benar-benar terjadi, sekaliug membuat Setiene, pelatih Barca terheran-heran di pinggir lapangan. Mueller mencetak Brace di menit 31, sekaligus menambah jarak menjadi 4-1.

Brace Mueller menjadi gol terakhir di babak pertama, sebab tak ada tambahan lagi hingga wasit meniup peluit tanda istirahat.

4 Gol di Babak Kedua

Tak mau kalah, apalagi telak, Blaugrana merubah strategi, Sergi Roberto ditarik dan digantik oleh Antoine Griezman. Kehadiran striker Prancis sekaligus merubah strategi 4-4-2 menjadi default 4-3-3.

Perubahan strategi mulai terasa, saat Suarez berhasil menyarnagkan gol kedua untuk Blaugrana di menit 57. Gol yang membuat harapan Barca kembali terbuka. Sayang, gol si Kutu langsung di balas Joshua Kimmich 6 menit kemudian. Skor kembali berubah 5-2.

Selepas panen gol Bayern Muenchen yang ke-5, Barca semakin tak berdaya. Sebaliknya Die Rotten konsisten mendominasi permainan.

Pasukan Hand Dieter Flick seperti belum puas, mereka masih bernafsu meneruskan panen gol ke gawang Blaugrana.

Serangan Die Rotten mulai mereda saat laga memasuki menit ke-80. Ditariknya Perisic, Alaba, Gnabry membuat intensitas sedikit menurun.

Meski tensi sedikit menurun, Panen gol Bayern Muenchen ternyata belum berakhir. El Pichichi Bundes Liga, Robert Lewandowski kali mendapat giliran dan mencetak gol ke-6 di menit 82.

Gol yang membuat Messi dan kolega makin terpuruk, karena tertinggal jauh dengan skor 6-2.

Belum puas, Die Rotten ternyata masih sanggup menambah satu gol lagi, kali ini lewat kaki sang mantan Philipe Coutinho, skor berubah menjadi 7-2.

Coutinho belum puas, ia kembali mencetak gol kedua, jeda satu menit menjelang waktu normal berakhir. Coutinho menjadi supersub yang istimewa dan membawa Muenchen unggul 8-2 atas Blaugrana.

Tak ada lagi gol tercipta, hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga telah berakhir. Skor 8-2 membuat panen gol Bayern Muenchen terasa istimewa. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.