Pabrik Suzuki Kembali Beroperasi, Ekspor Harus Dipenuhi

pabrik suzuki

Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar internasional sudah mulai pulih pascapandemi.

BantenTribun.id,- Industri otomotif menjadi satu dari sekian jenis industri di Indonesia yang terimbas wabah corona. Dampaknya ada banyak pabrik yang harus tutup sementara, bahkan permanen.

Hal itu juga terjadi pada Suzuki Indonesia, mereka sempat menghentikan operasional pabriknya sejak 13 April 2020, karena mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona.

Namun seiring dengan mulai pulihnya negara-negara di dunia termasuk yang menjadi pasar Suzuki, maka mulai tanggal 26 pabrikan Jepang itu secara bertahap membuka kembali pabrik-pabrik mereka.

“Pabrik Suzuki mulai beroperasi kembali untuk memenuhi permintaan ekspor, mengingat pasar internasional sudah mulai pulih pascapandemi. Namun, pada tahap awal ini kami akan mengurangi volume produksi, dan secara bertahap akan kami lakukan evaluasi agar volumenya bisa ditingkatkan,” kata Seiji Itayama (President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales) pada industriy.co.id.

Menurut Itayama, beberapa pabrik Suzuki di indonesia yang akan beroperasi secara bertahap yakni pabrik di Cakung, Cikarang, dan Tambun 1. Untuk Tambun 2 belum akan beroperasi karena produk yang dihasilakan dari pabrik itu lebih ditujukan untuk pasar domestik, seperti Carry Pick Up, APV, Karimun Wagon R.

Meski akan beroperasi kembali, Itayama juga memastikan bila perusahaan tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19.

Perusahaan akan mengikuti regulasi pemerintah soal pengenaan jaga jarak untuk karyawan, kewajiban memakai masker serta selalu cuci tangan. Untuk unit produksi yang tidak memungkinkan dilakukan jaga jarak, maka perusahaan akan memasang sekat diantara para karyawan.

Itayama juga mengatakan bila pabrik suzuki akan mengatur jadwal makan siang karyawan dengan dua shift, supaya tidak terjadi penumpukan.

“Kami berupaya dengan optimal mendukung perekonomian Indonesia dan memprioritaskan kualitas layanan untuk pelanggan. Namun, keselamatan dan kesehatan karyawan juga tetap menjadi fokus kami. Kami harap keputusan ini adalah yang terbaik untuk semua pihak pada saat pandemi ini,” pungkas Itayama. (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.