OPD Pandeglang Bakal Dimerger, Eselon “Keder”

Usulan bakal dimerger enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pandeglang, membuat pejabat eselon sempat “keder.” Merger atau dikawinkannya OPD ini dipastikan akan menggeser pejabat eselon 4 hingga 2.

Enam OPD bakal dimerger
Enam OPD bakal dimerger, pejabat eselon keder (foto ilustrasi BantenTribun)

Pandeglang, BantenTribun.id-Meski masih dalam pembahasan di Pansus VI DPRD terkait usulan perubahan atau merger-nya enam OPD di Kabupaten Pandeglang, namun rencana tersebut sempat membuat keder pejabat eselon 4 hingga eselon 2 dalam OPD yang akan dikawinkan  tersebut.

Pemberlakuan SOTK baru yang direncanakan awal tahun 2021, memang masih menunggu “ketok palu” dari DPRD. Jika perda ini sudah disahkan, OPD yang dimerger  pun harus segera diterapkan, meskipun hajat Pilkada baru dilaksanakan.

“ Kalau sudah disahkan perda nya, SOTK baru memang harus segera diterapkan,” terang Abdul Latif, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Akuntabilitas  Kinerja Perangkat Daerah, Setda Pandeglang, kepada BantenTribun.

Namun, dibalik rencana  mergernya OPD ini,  ternyata sempat membuat “keder” pejabat eselon terdampak merger.  

Seperti yang diusulkan, Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan akan digabung menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Penggabungan ini  bakal memutasi salah satu kepala dinasnya sebagai pejabat eselon 2. Begitu juga dengan sekretaris, sebagai pejabat eselon 3.

Tidak beda dengan Distan dan Dinas Ketapang, penggabungan Dispora dan Dinas Pendidikan, menyisakan hal yang sama seperti kedua dinas tadi. Kepala dinas dan sekretaris dari dua OPD ini, salah satunya bakal digeser ke pos atau OPD lain.

“ Saya kira pegawai tidak perlu khawatir karena Pemda akan tetap menempatkan pejabat eselon dari OPD sebelumnya ke posisi yang kosong, atau dengan kata lain tidak akan menurunkan eselon pegawai tersebut,” ujar Amri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, saat ditanya BantenTribun, Rabu, 16 september 2020.

Meskipun begitu, Amri tidak menampik jika rencana merger  OPD sempat membuat beberapa eselon merasa keder alias galau.

“Kepala OPD yang dimerger, atau pejabat eselon dibawahnya, maka akan di mutasi sesuai eselon. Jadi pemerintah daerah akan berkirim surat ke Kemendagri untuk mengadakan pelantikan atau pengukuhan,  tapi bukan promosi jabatan,” terang Miftahul Farid Sukur, Ketua Pansus yang membahas SOTK anyar Pandeglang.

“ Asal bukan promosi jabatan, setahu saya masih bisa diusulkan  ke Kemendagri untuk pelantikan atau pengukuhan dalam SOTK baru, meskipun baru selesai Pilkada,” imbuh Abdul Latif, dalam kesempatan berbeda.

Jadi SOTK anyar dan pindah OPD, kenapa harus “keder” jika semua sudah bener?*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.