Nyawa Balita Korban Kebakaran di Pasir Angin Tidak Terselamatkan

 

kebakaran di pasir angin
Camat Majasari, Caswa,  saat melihat rumah yang terbakar di pasir angin Pager Batu, tadi malam. (foto BantenTribun)

Nyawa Akpal, balita berusia 1,3 tahun yang menjadi korban kebakaran rumah di Pasir Angin Pandeglang, tidak dapat terselamatkan.

Akpal akhirnya meninggal dunia tadi malam sekitar pukul 2 setelah mengalami luka bakar hampir 80 persen ditubuhnya.

Pandeglang,BantenTribun.id- Nyawa Akpal, bocah balita yang mengalami luka bakar dipunggung akibat kebakaran yang melanda rumah milik Aang (39), tidak dapat diselamatkan.

Aang, orangtua korban sempat mengalami kesulitan menyelamatkan korban yang sedang tertidur di ruangan yang tidak biasanya, karena rumah dalam kondisi gelap dan udara panas saat kebakaran terjadi.

Korban Akpal merupakan anak dari Aang, meninggal sekitar pukul 2 malam di RSUD Berkah Pandeglang, dan mengalami luka bakar hampir 80 persen ditubuhnya.

“Korban Akpal meninggal tadi malam sekitar jam 2 di RSUD Berkah,” terang Caswa, Camat Kecamatan Majasari, Senin, 13 Juli 2020, kepada BantenTribun.

Seperti yang diketahui, rumah permanen milik Aang, warga Kampung Pasir Angin Rt 01/03 Kelurahan Pagerbatu Kecamatan Majasari Pandeglang, mengalami kebakaran hebat sekitar pukul 18.30 atau menjelang waktu Isya.

Api berhasil dipadamkan oleh para tetangga korban dengan menggunakan air seadanya, sekitar 1 jam setelahnya.

Penyebab kebakaran di pasir angin diduga akibat korsleting listrik arus pendek. Pihak kepolisian setempat, menurut camat, sudah melakukan olah TKP tadi malam pasca kejadian.

Kebakaran di pasir angin yang merupakan perkampungan padat penduduk  itu juga sempat merambat pada 2 rumah lainnya yang berdekatan, yakni Muslimah, dan rumah Hj Subadra.

Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir sekitar 200 juata-an. Jumlah korban yang mengalami luka bakar, selain Akpal dan Aang,  juga dialami Angga (25) yang menderita luka sobek di lengan, serta Uus yang terluka akibat tersetrum aliran listrik.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.