Nama Ustaz Adi Hidayat Asal Pandeglang Tak Masuk di Daftar Rekomendasi Kemenag, Lho?

Ustaz Adi Hidayat Lc Ma
Ustaz Adi Hidayat Lc Ma, Ustaz asal Ciekek Pandeglang, ternyata tidak masuk dalam 200 mubalig rilisan Kemenag.

Kemenag merilis 200 nama Mubalig terekomendasi. Dalam daftar nama itu, tercantum berbagai nama ulama dan kiai, tapi tak ada nama Adi Hidayat Lc, Ustaz kondang asal Pandeglang. Selain Adi,  ustaz Abdul Somad juga tidak masuk dalam daftar itu. Apa penjelasan Kemenag?

Pandeglang,BantenTribun.id– Tidak masuknya nama Adi Hidayat, ustaz asal Pandeglang, dalam daftar 200 nama tersebut memang menjadi pertanyaan, termasuk juga ustaz kondang  AbdulSomad

Dikutip dari situs Kemenag, Jumat (18/5),  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan nama yang masuk dalam daftar rilis, memang harus memenuhi tiga kriteria yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

“Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut,” ujar Menag, seraya menambahkan bahwa daftar itu akan terus di-update.

Dua ustaz ini kerap mengisi banyak pengajian dan kajian Islam di masyarakat. Dan selalu penuh ketika mereka hadir alias jemaah yang datang membludak. Belum lagi tayangan di YouTube, kedua ustaz itu selalu ditonton ratusan ribu orang.

Utaz Adi Hidayat Lc,MA, kelahiran Kampung Ciekek Karaton Majasari, yang pernah sekolah di SDN Karaton 1, SDN Pandeglang 3 dan lulus dari SDNSaruni 1Pandeglang ini, mengenyam pendidikan di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyyah Garut. Adi Hidayat lalu melanjutkan pendidikan di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo.

Pada 2005, dia mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Libya. Adi Hidayat kini banyak mengisi ceramah di berbagai tempat.

Pada Jumat 8 Desember 2017 lalu, Ustaz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institut Bekasi  ini  sempat mudik ke Kampung halamannya dan  menyampaikan kajian Islam, di Masjid Agung Ar-Rahman Kabupaten Pandeglang atas undangan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang Pandeglang bekerjasama dengan DKM Masjid Ar-Rahman.

Ceramah Adi Hidayat  yang selalu didasari keilmuan yang dalam  membuat jemaah pengajiannya senantiasa  membludak. Tayangan ceramah Adi di YouTube, juga laris manis.

Sementara Ustaz Somad bahkan kini dijuluki da’i sejuta umat karena massa yang hadir selalu melimpah. Somad selain sebagai ustaz, juga menjadi dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Ustaz Abdul Somad@jitunews
Ustaz Abdul Somad@jitunews

Abdul Somad mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir. Setelah mendapatkan gelar sajana Lc, pada 2004 Somad melanjutkan pendidikan S2 di Al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko.

Somad juga tercatat pernah menjadi anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian pada 2009 hingga 2014. Somad juga pernah menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau untuk periode 2009-2014. Dia kini menjadi salah satu pengurus NU pusat.

Selain Somad, Adi Hidayat, beberapa nama lainnya yang tidak ada di daftar antara lain Ustaz Maulana yang kerapa mengisi acara di TV dan Ustaz Hanan Attaki yang digandrungi anak muda.

Penjelasan Kemenag Tidak Masuknya Ustaz Somad dan Adi Hidayat

Rilisan  Kementerian Agama soal 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan baik di masjid, musalah, atau kantor sekalipun. dibuat sebagai respons dari pertanyaan masyarakat.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari lama resmi kemenag.go.id, Jumat (18/5).

200 Nama ini merupakan tahap awal dan berasal dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Nama ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya mubalig di Indonesia.

“Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut,” ujar Menag.

“Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi,” imbuh dia.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Khoiruddin menjelaskan tentang tidak dimasukkannya Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Adi Hiadayat serta sejumlah ustaz lainnya ke dalam daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kemenag.

Menurut dia, Ustaz Somad tidak bersedia dimasukkan ke daftar tersebut.

“Awalnya ada (masuk daftar). Beliau tidak bersedia untuk dimasukin. Karena tanpa dimasuki sudah banyak yang panggil, jadwal sangat padat hingga dua tahun ke depan,” ujar Khoiruddin  seperti dilansir dari laman Republika. Jumat (18/5).

Dia mengatakan, 200 penceramah tersebut memang bersumber dari Direktorat Penerangan Agama Islam. Menurutnya, daftar itu dirilis atas rekomendasi ormas Islam dan masjid-masjid besar.

“Izin berdasarkan dari rekomondasi ormas Islam dan masjid-masjid besar di Jakarta dan sekitarnya. Biasanya data ini bertindak sebagai khatib Jumat dan pengajian rutin,” jelasnya.

Awalnya (Ustaz Somad) ada (masuk daftar). Beliau tidak bersedia untuk dimasukin.*(red/kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.