MUI Pandeglang Usulkan KTP Khusus Bagi Penghayat Kepercayaan

MUI Pandeglang Usulkan KTP Khusus Bagi Penghayat Kepercayaan
Ketua MUI Pandeglang, Usulkan KTP Khusus Bagi Penghayat Kepercayaan

MUI mengusulkan pembuatan KTP baru yang ada pencantuman aliran kepercayaan,  dan dicetak khusus sesuai jumlah penganut saja. Jadi tidak perlu mengubah KTP yang sudah ada. Mengubah KTP yang sudah ada, perlu biaya sangat besar. Jika bikin KTP baru dihawatirkan akan ada lagi tiang listrik yang ketabrak lagi.

Pandeglang,BantenTribun.id—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, KH. Tb Hamdi Ma’ani, mengusulkan agar dibuatkan kartu tanda penduduk (KTP) khusus,untuk mencantumkan kolom penghayat kepercayaan, tanpa mengubah yang sudah ada di masyarakat.

Pembuatan KTP khusus itu, kata Hamdi Ma’ani, merupakan jalan tengah terbaik agar tidak menimbulkan masalah dan penolakan, namun putusan MK juga bisa terpenuhi.

Menurut Hamdi, agama tidak bisa disamakan dengan aliran kepercayaan. Pencantuman aliran kepercayaan jangan dipaksakan diisikan dalam kolom agama, seperti yang sudah tersedia dalam blanko KTP.

” KTP-nya dibuat  secara khusus saja. Supaya tidak menimbulkan masalah dan penolakan, tapi putusan MK itu juga terpenuhi,” kata Ketua MUI Kabupaten Pandeglang,KH Tb Hamdi Ma’ani, kepada BantenTribun, Kamis (30/11).

Pernyataan  Hamdi Ma’ani ini senada dengan apa yang disampaikan Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin, usai penutupan Rakernas III MUI, di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/11) malam.

Menurut KH Ma’ruf Amin, tidak perlu menambah KTP yang ada dengan menambahkan aliran kepercayaan. KTP yang sudah ada tetap saja, karena agama tidak boleh disejajarkan dengan aliran kepercayaan.

Seperti dikutip dari laman Antara, rekomendasi MUI tersebut dihasilkan dalam rakenas. Dalam rekomendasi itu, MUI meminta kepada pemerintah agar melakukan langkah-langkah guna mencegah timbulnya kontradiksi dan kegaduhan di masyarakat. Yakni pemerintah wajib melayani warga negara yang membutuhkan pelayanan terkait putusan MK tentang identitas pribadinya dengan ketentuan.

MUI juga meminta Pemerintah dapat melakukan pencatuman identitas penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa pada kartu keluarga. Pemerintah dapat mencetak KTP yang mencantumkan kolom aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan jumlah kebutuhan warga penghayat kepercayaan.

Adapun urusan yang terkait dengan hak-hak sipil sebagai warga negara, warga penghayat kepercayaan tetap berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana yang selama ini telah berjalan dengan baik.

“Jadi buatkan KTP khusus buat mereka dengan ada pencantuman aliran kepercayaan,” kata Ma’ruf.

Ia mengatakan jika mengubah KTP yang sudah ada tidak efisien karena akan menelan biaya besar. Pembuatan KTP baru hanya dibutuhkan bagi warga yang menganut penghayatan kepercayaan.

“Supaya lebih efisien, dibuatkan untuk mereka saja, kalau bikin baru lagi, nanti ada tiang listrik yang ketabrak lagi,” kata Ma’ruf Amin, seperti di lansir laman cnn.(red/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.