Milenial Lawan Pandemi

milenial
Milenial, Foto ; Istimewa

Milenial adalah bagian dari solusi atasi pandemi, bukan bagian dari masalah.

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa ini di tahun 2020. Betapa tidak, makhluk bernama Corona Virus Desease itu telah memberi banyak pelajaran bagi bangsa ini, termasuk kaum milenial.

Kaum milenial dipaksa berubah dan beradaptasi dengan cepat dalam berbagai hal. Pola hubungan sosial, kerja, bisnis dan sebagainya dimasa pandemi ini tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa.

Jaga jarak, memakai masker, cucitangan, diam dirumah dan rebahan adalah cara yang kini dianggap “ikonik” karena bisa mencegah penyebaran virus yang makin masif.

Sayangnya berbagai kebijakan pemerintah – meski dengan niat baik – memberi pengaruh bagi kehidupan masyarakat termasuk kaum milenial.

Meski begitu, dari sekian banyak cerita, tidak sedikit kaum milenial yang tidak larut dalam rebahan tapi mencoba memberi kontribusi dalam melawan pandemi.

APD
Banyak kaum milenial yang tak bisa diam diri melihat tenaga medis yang berjuang digaris depan kekurangan perisai saat bertempur.

Perisai yang bernama Alat Pelindung Diri (APD) banyak dikeluhkan oleh berbagai Rumah Sakit, bahkan Rumah Sakit Rujukan karena minimnya persediaan.

Mereka bergerak, melakukan fund raising dan membantu memproduksi APD baik masker, Hazmat Cover All dan sebagainya dan hasilnya sangat membantu tenaga medis dan Rumah Sakit dalam memenuhi kebutuhan APD setia harinya.

Content Creative
Content Creative adalah bagian tak terpisahkan dari anak muda. Bisa dibilang kaum milenial adalah penguasa sosial media.

Dengan kreativitas mereka mengajak masyarakat untuk membantu tenaga medis baik dalam menyediakan APD bahkan membantu rumahsakit dalam pemenuhan konsumsi tenaga kesehatan.

Kaum milenial juga tidak lupa pada masyarakat terdampak yang sulit cari makan karena demam PHK yang menggeliat. Tak heran dengan kekuatan media sosial, mereka juga membantu masyarakat terdampak untuk mendapatkan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Literasi
Mari jujur, dari sekian banyak konten pemerintah terkait literasi hal itu tidak akan optimal tanpa bantuan dari kaum milenial yang kadang punya cara tersendiri dalam memberi literasi.

Hanya saja, soal literasi baik pemerintah maupun kaum milenial yang kreatif harus lebih bekerja keras. Pasalnya dengan konten sosial media saja tidaklah cukup untuk membangun kesadaran dan membangun pola hidup baru menghadapi covid-19.

Start Up
Spirit start up adalah membangun solusi dari berbagai persoalan. Saat pandemi seperti sekarang, keluar rumah bagi masyarakat apalagi di zona merah, adalah sebuah kecemasan dan kekhawatiran.

Banyak milenial yang membangun solusi terkait masalah ini, seperti membangun aplikasi market online dimana masyarakt dan penjual bertransaksi via daring. Atau mendorong masyarakat untuk menggunakan pembayaran virtual.

Hanya saja dalam konteks ini juga kaum milenial harus bekerja keras dan bekerja sama dengan berbagi pihak agar solusi-solusi tersebut menjadi solusi masif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kondisi pandemi, sudah banyak aksi kaum milenial membantu masyarakat dengan berbagai cara. Bagi pemerintah di berbagai level yang menyadari pentingya peran milenial hal itu patut dihargai apalagi sampai mengkoordinir mereka melakukan sesuatu. Bagi yang belum, jangan siakan potensi mereka, jangan biarkan mereka rebahan – hanya sebatas rebahan-.

Milenial adalah bagian dari solusi atasi pandemi, bukan bagian dari masalah. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.