Mereka Pun Ikhlas Kelelahan Demi Jamaah Haji

 

Pandeglang, BantenTribu.id– Bisa dipastikan, wilayah seputar Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Banten, macet total disetiap acara pemberangkatan calon jamaah haji. Banyaknya kendaraan  pengantar menjadi  salah satu “biang penyebab” pada agenda ibadah tahunan ini.

Seperti minggu (20/8) pagi  ini, terlihat kendaraan yang terparkir memenuhi tiap jengkal area sekitar. Parkir kendaraan juga  menyesaki  marka jalan dan lahan kosong di radius 200 meteran dari Kantor Pendopo, dimana para jamaah haji  Pandeglang yang tergabung dalam kloter 50, berkumpul dan menunggu pelepasan pemberangkatan oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Fenomena kemacetan di titik pemberangkatan jamaah haji, sebenarnya terjadi di semua daerah. Banyaknya pengantar calon jamaah ini memang tidak dibatasi, terkecuali saat memasuki area yang sengaja dijaga ketat.

Para pengantar jamaah haji terlihat berebut dan berusaha menembus gerbang pendopo, meski tanpa dilengkapi identitas. Petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP)  terlihat begitu ketat melakukan penjagaan.

“Saya bisa masuk ke sini, karena pakai kartu identitas pengantar,” kata Emin Muhaemin(50), dari Karang Tanjung. Emin  menceritakan meskipun ia tahu  jadwal pelepasan  rombongan jamaah baru sekitar jam 11-an, namun  Emin dan pengantar lainnya sengaja datang sejak pukul 6 pagi.

Kementerian Agama Kantor Kabupaten Pandeglang, membatasi jumlah pengantar untuk 2 orang saja,  yang diperbolehkan masuk ke area pendopo. Pengantar dibekali dengan kartu identitas  yang sudah tertulis namanya.

“Identitas dan pembatasan itu untuk menghindari kesemrawutan dan menjaga ketertiban,”kata Wawan Sofwan, Ketua Kloter 50, kepada BantenTribun, minggu (20/8) sesaat sebelum pemberangkatan.

Para pengantar jamaah haji Pandeglang dari daerah terjauh, sudah terpantau hadir memasuki pusat kota dan memenuhi hotel atau penginapan sejak hari sabtu pagi(19). Mereka umumnya mengaku  sengaja datang  sehari sebelumnya karena takut macet dan khawatir tidak kebagian penginapan atau hotel.

“ Rombongan kami  dari Cimanggu  5 mobil Elp, dan sengaja datang hari ini karena takut macet dan tidak kebagian hotel,” kata Jumadi, salah seorang pengantar  yang ditemui di Penginapan PKPRI Pandeglang, Sabtu(19/8).

Berkah Bagi Pedagang Musiman

Jumlah pengantar yang ditaksir puluhan ribu itu, ternyata membawa berkah tersendiri bagi pedagang musiman. Para pedagang memanfaatkan keramaian pengantar dan berharap dagangannya laris.

“Saya berangkat dari rumah  di KramatWatu Serang  jam 1 malam tadi,”kata Rohman(37) pedagang pernak-pernik gantungan kunci dan gelang.

Menurut Rohman, pada setiap acara pemberangkatan ia dan ke- 6 teman pedagangnya sengaja datang untuk menggelar dagangannya.

“Lumayan bisa laku 3 kali lipat dari biasanya, tanggal 23 nanti saya juga datang ke Rangkasbitung”katanya.

Keramaian moment pemberangkatan jamaah haji, juga menarik Pian(32), pedagang Pepes Ikan Nila dan Gurame. Pian, sengaja datang dari sukabumi dengan membawa 100 bungkus pepesnya.

“tinggal sedikit lagi.  pepes ini sengaja dari Sukabumi langsung. Harganya Rp10.000 per pepes,”katanya.

Para pengantar memang terlihat antusias, berharap mendapat berkah dan bisa berangkat haji. Mereka terlihat ihlas meski berdesakan dengan wajah lelah dan bedak memudar. Peadagang juga berharap kecipratan rizki dari moment ini(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.