Mengintip Potensi Pala, Semua Bagiannya Bernilai Ekonomis

Pala merupakan tanaman dengan banyak manfaat, semua bagiannya bisa digunakan untuk produk yang berguna.

Potensi pala masih perlu dikembangkan seiring dengan produktivitasnya yang cenderung turun setiap tahunnya.

potensi pala

Kekayaan alam Indonesia tak terhitung nilainya, wajar jika sejak jaman kolonial, negeri ini menjadi salahsatu destinasi favorit para petualang, terutama mereka yang berorientasi pada 3 G, Gold, Gospel dan Glory.

Negara-Negara Eropa separti Portugis dan Belanda datang ke negara kepaulauan ini untuk berburu harta karunnya, termasuk rempah.

Pala adalah salahsatunya, tanaman dengan nama latin Myristica fragrans ini sejak dulu diburu banyak orang, terutama karena potensinya yang memikat.

Pala adalah tanaman serba guna, semua bagiannya bisa dimanfaatkan menjadi barang baru yang menguntungkan.

Potensi Pala

Dalam buku yang berjudul Rempah dan Herba Kebun Pekarangan Ruah Masyarakat: Keragaman Sumber Fito Farmaka dan Wisata Kesehatan-Kebugaran yang ditulis oleh Luchman Hakim, menyatakan bila potensi pala menjadi produk bernilai ekonomis sangat dimungkinkan.

Saat ini bagian tanaman pala yang sering dimanfaatkan adalah buah dan bijinya, potensi pala dalam hal ini hanya digunakan sebagai bahan pengolahan makanan dan minuman.

Buah dan biji  pala juga digunakan sebagai bahan pembuat minyak pala dan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetik, farmasi dan kesehatan seperti sirup obat batuk, balsam, herbal dan krim gigi.

Sementara, jika mau jeli potensi pala lainnya ada pada bagian tanaman lainnya seperti kulit batang dan daunnya. Bagian tanaman pala tersebut bisa digunakan sebagai sumber pembuatan minyak atsiri.

Senada dengan tulisan Luchman Hakim, buku  karya Reza Lukman, yang berjudul Menimbang Pala Asa di Pasar Eropa juga menyoroti potensi pala bukan hanya berasal dari biji dan buahnya saja.

Selain kulit, batang dan daun pala yang bisa di jadikan minyak Atsiri. Reza juga menyoroti potensi pala berupa bunga atau Fuli.

Fuli merupakan bagian yang menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman dan berwarna merah.

Fuli adalah komoditas ekspor yang digunakan untuk makanan, minuman dan industri kosmetik.  Sayang volume ekspornya belum signifikan.

Eksistensi

Tanaman pala diduga berasal dari Indonesia bagian timur seperti Pulau banda dan Maluku.  Tanaman ini kemudian dibawa ke berbagai derah di pulau Jawa dan Sumatera oleh Saudaga-saudagar rempah.

Secara umum ada beberapa jenis buah pala seperti Myristica fragrans H, Mirystica argenta Ware, Myristica fatua, Myristica speciosa dan Myristica malabarica. Jenis yang paling banyak digunakan adalah Myristia fragrans.

Saat ini produksi pala terbesar terkonsentrasi pada beberapa provinsi di wilayah timur, yakni Maluku Utara, Maluku, Papua dan Sulawesi Utara. Di pulau Jawa produksi tertinggi ada di Jawa Barat sementara di Sumatera berad di Sumatera Barat.

produktivitas pala
Produktivitas Pala di Indonesia

Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, potensi pala masih tersedia di Indonesia, dimana produksi pada tahun 2018 mencapai 36,342 ton.

Sedangkan nilai ekspor di tahun yang sama mencapai $111,69 juta. Sebagaian besar di ekspor ke Uni Eropa termasuk Belanda serta ke negara tetangga Vietnam.

Potensi Pala baik untuk industri maupun ekspor ternyata tak diiringi dengan produktivitas tanaman tersebut di Indonesia.

Data Kementerian Pertanian, tentang produktivitas Pala per Provinsi dari tahun 2016-2020 menunjukan ada kecenderungan stagnan bahkan minus di beberapa wilayah. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.