Mengganti Masker Lusuh Opang

 

Dampak pandemic merontokkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan daya beli. Bahkan, sekedar membeli masker untuk melindungi diri pun mungkin masih menjadi beban bagi sebagian pengojek pangkalan. Alhasil, masker lusuh dan dekil menjadi pemandangan  yang melekat pada penjual jasa yang satu ini.  SMSI Pandeglang pun bergerak mengganti masker lusuh plus dekil mereka.

SMSI Pandeglang, melakukan gerakan berbagi masker untuk Opang (foto-BantenTribun)

Pandeglang, BantenTribun.id— “Alhamdulillah.. masker dari SMSI ini bisa kami pakai untuk mengganti masker yang sudah kotor. Akibat covid-19  ini pelanggan kami sangat sedikit, jadi uang penghasilan kami hanya bisa untuk kebutuhan makan sehari-hari saja, gak bisa beli masker baru,” ucap Hendrik (35) salah seorang pengojek pangkalan (Opang) di daerah lapangan Sukarela Pandeglang, Rabu, 30 September 2020.

Hendrik hanya salah satu potret kecil dari pengojek pangkalan lainnya yang juga mengalami hal yang sama. Kesulitan mengakses bantuan terdampak covid-19 dari pemerintah, meski sebatas masker.

Tak mengherankan, masker yang sudah nampak kotor dan lusuh pun tetap mereka gunakan, sekedar memenuhi himbauan atau razia protocol kesehatan yang kerap dilakukan di pusat keramaian seperti pasar.

Gerakan pembagian masker berlogo Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pandeglang ini memang menyasar  para tukang ojek pangkalan di beberapa titik ‘opang’ di sekitaran Pandeglang.

Ketua SMSI Kabupaten Pandeglang Muhaemin mengatakan, kegiatan yang dilakukannya merupakan salah satu andil dari insan pers dalam upaya ikut serta pencegahan dan  penyebaran, selain   membantu masyarakat yang masih sulit mendapatkan kebutuhan masker agar terhindar dari Covid-19.

“ Mereka selalu bergerak menjual jasa dengan berhubungan banyak orang manapun, termasuk pendatang dari luar kota. Jika mereka sendiri  abai dengan perlindungan diri agar terhindar dari penularan covid, karena pendapatan yang minim, maka sewajarnya kita juga membantu mereka, meski hanya dengan masker,” jelas Muhaemin.

Senada dengan Muhaemin, Sekretaris SMSI Pandeglang, Irwandi Suherman menyampaikan, para Opang di Pandeglang mengaku kesulitan mengakses bantuan covid-19 berupa masker dari pemerintah.

“Kami lihat mereka masih banyak yang belum pakai masker, katanya sedang di cuci karena hanya punya satu masker, jadi kami dari SMSI Pandeglang berinisiatif membantu, ” terang Irwandi.

Irwandi menilai dampak Covid-19 sangat terasa melemahkan pertumbuhan ekonomi dan berefek pada menurunnya daya beli dimasyarakat.

“Ber-empati dengan langkah kecil tapi kongkrit dan saling berbagi masker demi kesehatan mereka, juga sudah membantu masyarakat agar terhindar dari wabah virus ini”, terang Irwandi.

“Terima kasih banyak sudah berbagi masker buat kami,” ujar Hendrik, sambil menunjukan masker jenis buff yang sudah lusuh dan kotor. *(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.