Mendongkrak Kesejahteraan Petani Miskin di Zona Rawan Pangan dengan Program PKU

 

Tim Monev program PKU dari BKP Kementan dan Dinas Ketapang Prov dan Kabupaten, saat mengunjungi lahan tanaman cabai Poktan Subur Makmur 2 Cipeucang (foto-ist-BantenTribun)

Petani Cipeucang, salahsatu wilayah yang masuk zona rawan pangan di Pandeglang ini  merasa terdongkrak tingkat pendapatannya setelah menerima program Pengembangan Korporasi Usaha Tani (PKU) dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Pandeglang. Program Hulu-Hilir ini  dilaunching pada Januari 2019 lalu, dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

Pandeglang,BantenTribun.id- Ketua Kelompok Tani Subur Makmur 2  Desa Curug Barang, Kecamatan Cipeucang Pandeglang,  Hotim Hujaji, mengaku pendapatan kelompoknya kini lebih baik setelah menerima program bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Pandeglang.

Hamparan lahan tanam cabai, komoditas pertanian yang diusulkan kelompoknya, kini  berkembang mencapai 3 hektar. Padahal, sebelum menerima program PKU, kemampuan budidaya cabainya hanya berkutat disekitar 500 sampai 700 meter saja.

Tim Monev saat mengadakan pembinaan terhadap poktan dan Gapoktan penerima.( foto-ist-BantenTribun)

“Dulu mah paling cuma 2 petak saja, sekitar 700 meteran. Setelah ada program PKU, hamparan yang kami tanami cabai sekitar 3 hektar. Pendapatan anggota kelompok petani juga semakin membaik,” kata Hotim Hujaji, kepada BantenTribun, Jumat (5/6/20).

Menurut Hotim, dengan adanya bantuan program, petani tidak lagi dipusingkan dengan anjloknya harga pasar, ketika panen cabainya melimpah.

Jika harga komoditas ini rendah, petani kelompoknya akan lebih memilih mengolah lebih dulu. Hasil panen cabai tidak langsung dijual ke pasar, namun diolah menjadi produk cabai kering dalam kemasan sehingga memiliki daya tahan dan nilai jual tinggi.

“Kalau dulu, jika harga cabai lagi murah sekalipun, terpaksa tetap dijual daripada busuk. Sekarang bisa dibawa ke Gapoktan untuk diolah dengan mesin dan dikemas,” terangnya.

Menurut Suprihatiningsih,   Kepala Seksi Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Pandeglang, di Kecamatan Cipeucang,  terdapat 5 kelompok tani dan 1 Gapoktan yang menerima program PKU, diantaranya Kelompok Tani Subur Makmur 1 dan 2, Bina Tani, Barokah Tani dan  Margaluyu, serta Gapoktan Curug Barang Indah.

“Komoditas pertanian yang dipilih Cabai merah dan Ubi ungu, sesuai usulan awal dari kelompok,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang,  Mohamad Amri, menjelaskan jika program PKU merupakan program dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten.

“ Dipa-nya  ada di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi. Kami di Kabupaten hanya sebagai tim teknis.” Kata Amri kepada BantenTribun, Jumat (5/6/20).

Amri menjelaskan, program PKU merupakan program terintegrasi yang diharapkan  selain bisa meningkatkan produktivitas komoditas, juga menghasilkan produk olahan pangan yang dapat diterima pasar sehingga memiliki nilai dan keuntungan lebih besar.

Pemilihan wilayah Kecamatan Cipeucang, masih kata Amri, selain  wilayah itu masuk rawan pangan zona 3,4,dan 5 serta  munculnya kasus Stunting di wilayah itu, menjadi kriteria yang harus diprioritaskan.

“Bantuan ke kelompok, selain berupa uang untuk modal tanam, juga alat  produksi pengolahan,” tutupnya.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.