Markas Percetakan Uang Palsu di Cikoneng Pandeglang Digerebeg Polisi

Ruko di Cikoneng, kecamatan kaduhejo pandeglang,yang dijadikan markas percetakan upal digerebeg mabes polri,Selasa,17/4.( foto-ist -BantenTribun)
Ruko di Cikoneng, kecamatan kaduhejo pandeglang,yang dijadikan markas percetakan upal digerebeg mabes polri,Selasa,17/4.( foto-ist -BantenTribun)

Sebuah ruko di Cikoneng Desa Palurahan Kecamatan Kaduhejo Pandeglang, digerebeg Polisi, Selasa,(17/4). Ruko  yang disamarkan sebagai toko buku dan percetakan ini diduga sudah 2 tahun dijadikan markas percetakan uang palsu.

Pandeglang,BantenTribun.id-Tak ada yang menduga jika ruko di jalan raya Labuan Cikoneng Desa Palurahan Kecamatan Kaduhejo Pandeglang itu ternyata dijadikan markas pembuatan uang palsu(upal). Diduga sindikat pembuatan upal ini sudah beroperasi selama 2 tahun lebih.

Bareskrim Mabes Polri  bersama Polres Pandeglang berhasil mengungkap sindikat pembuat dan pengedar uang palsu ini, Selasa,(17/4).

Dalam penggerebekan itu petugas mengamankan barang bukti berupa 4 mesin alat cetak upal. Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah Upal yang baru dicetak setengah jadi dalam mata uang pecahan seratus ribu rupiah  dan beberapa upal dengan mata uang asing.

Ruko pembuatan uang palsu tersebut berkedok  toko buku dan percetakan dengan nama “Dianam Jaya”.

Kapolres Pandeglang (AKBP) Indra Lutiarto Amsono mengatakan, penggerebekan terhadap sindikat pembuatan dan peredaran upal itu, merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Bareskrim  telah menangkap terduga pelaku pengedar uang palsu di wilayah Gambir Jakarta Pusat, Pada Senin (16/4) kemarin.

Indra mengungkapkan bahwa Polres Pandeglang hanya membantu dalam mengamankan tempat penggerebekan dan membawa barang bukti dan mengamankan para tersangka.

“Penggerebekan hari ini, merupakan hasil pengembangan kasus yang ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri ,” ujarnya saat ditemui di  (TKP) penggerebekan.

Dalam penggerebegan tersebut, kata Kapolres, setidaknya ada 2 orang yang diamankan. Kedua tersangka yang diamankan tersebut merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama.

“Tersangka menyewa ruko itu sudah 2 tahun dengan kedok toko buku-buku dan percetakan, jadi betul-betul tersembunyi. Dia buat ruangan khusus untuk itu”, jelas Kapolres.(kar/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.