Marcelo Bielsa: Kisah Dibalik Kesuksesan Leeds United Dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Marcelo Bielsa sukses bersama Leeds United musim ini, dan membawa klub dari Ellan Road ke Premiere League musim depan, dibawah bayang-bayang masa lalu, bisakah Leeds menembus 4 besar?

marcelo bielsa
Marcelo Bielsa

BantenTribun.id- Apa yang anda bayangkan tentang Leeds United? Kesuksesannya dimasa lalu adalah hal yang tak bisa dilupakan dari klub yang baru promosi ke Premiere League musim depan.

Harry Kewell, Mark Viduka, duo eks Manchester United Rio Ferdinand dan Alan Smith, Paul Robinson dan tentu saja pemain Liverpool James Milner.

Semua pemain itu adalah alumni Leeds United, mereka adalah bukti kejayaan The Peacock beberapa tahun lalu.

Kini dibawah asuhan Marcelo Bielsa, armada Elland Roads kembali ke kasta tertinggi liga.

Kisah Marcelo Bielsa Cerita Dibalik Kesuksesan Leed United

Marcelo Bielsa membawa cerita baru untuk tim dari Beeston itu, Pria 64 tahun hadir di Elland Road dengan reputasi eks pelatih timnas Argentina.

Dilansir dari The Sun, Bielsa hidup dengan biaya 6 juta poundsterling per tahun. Ia memilih tempat tinggal sederhana dekat Thorp Arch, kandang latihan Leeds, dan ia berangkat ke tempat itu dengan berjalan kaki.

Kesederhanaan membawa obsesi, ia datang dibawah bayang kesuksesan The Peackock dalam dekade lalu. Marcelo Bielsa ingin memberi yang terbaik untuk klub yang akan dilatihnya itu, dengan membuat beberapa perubahan.

Selanjutnya, mantan pelatih Athletic Bilbao itu punya cara tersendiri agar dirinya tetap berinteraksi dengan para fans Leeds.

Twitter adalah senjata ampuh Bielsa, ia ingin fans Leed United up to date, baik tentang penampilannya yang sederhana, hobinya berjalan kaki, belanja sendiri di gerai sederhana dan tentu saja cara melatih dan mengarahkan pemain di pinggir lapangan, dalam setiap laga.

Cara Melatih

Menyerang, adalah gaya favorit Marcelo Bielsa. Dalam beberapa kesempatan, pria kelahiran Rosario, Argentina itu memang obsesif dalam menyerang.

Tidak ada yang berubah, sejak ia melatih Newels Old Boys di Liga Argentina 30 tahun lalu dan kini bersama Leeds, menyerang adalah favoritnya. Terkesan keras kepala, tapi kini terbukti sukses.

“Saya obsesif dalam menyerang, sepakbola adalah menyerang, gaya permainan yang saya inginkan juga sederhana, berlari sepanjang waktu dan terus menyerang,” ungkap bielsa dalam sebuah kesempatan.

Gaya kepelatihan itu tercermin dalam permainan Leeds setidaknya di dua musim ini.

Permainan tim, kreatifitas, ekspresif dan tempo tinggi adalah ciri khas Leeds United. Semua pemain akan terus berlari tak kenal lelah, sebelum laga benar-benar berakhir.

Sukses Yang Tertunda

Musim lalu adalah sukses yang tertunda untuk The Peacock, mereka nyaris lolos namun gagal di fase akhir liga.

Musim ini semua terbayar, Marcelo Bielsa dan pasukan sukses menembus Premiere League musim depan dan tampil sebagai pemimpin klasemen Championship. Mereka unggul 5 angka dari saingan terdekat, West Bromwich Albion.

Hebatnya musim depan, pasukan pendatang baru itu siap menembus 4 besar dan masuk zona Champion. Ia ingin mengembalikan sisa-sisa kejayaan masa lalu.

Bielsa mungkin juga terinspirasi oleh Ranieri saat bersama Leicester, klub kecil yang tak diduga meraih juara.

Tapi, bisakah? entah. Kita tunggu saja musim depan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.