Mantan Pejabat BPKD Pandeglang Jadi Saksi Korupsi Tunda Disdikbud

Mantan pejabat DPKAD Pandeglang, jadi saksi dalam sidang korupsi tunda di pengadilan tipikor Serang, Rabu(6/7), (foto-ist)

Mantan pejabat DPKAD Pandeglang, jadi saksi dalam sidang korupsi tunda di Pengadilan Tipikor Serang,  yang digelar Rabu, 6/7, (foto-ist- BantenTribun)

Parjiyo Sukarto,Kurnia Satriawan, dan Ramadhani, ketiga mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang, dihadirkan sebagai saksi kasus korupsi dana tunjangan daerah (Tunda) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang.

Pandeglang, BantenTribun.id- Sidang lanjutan korupsi dana tunjangan daerah (Tunda ) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang, yang digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (4/7) malam, menghadirkan mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), yang kini menjadi Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

Keempat mantan pejabat itu yakni Parjiyo Sukarto (Kepala DPKA periode 2011-2013), yang sudah pensiun dan kini menjadi dosen di Jogjakarta, Kurnia Satriawan, yang sekarang menjabat Kepala Bappeda Pandeglang, dan Ramadhani, yang masih menjabat sebagai Kepala BPKD, serta Jajang Nurjaman yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.

Saksi Parjiyo mulai dimintai keterangan dalam sidang tersebut sekitar pukul 19.00 Wib.

Saya datang langsung dari Jogjakarta tadi pagi sekitar pukul 9 pagi untuk memenuhi panggilan sidang ini,” kata Parjiyo kepada media.

Saksi juga dikonfrontir dengan mantan Kepala Disdikbud, Abdul Azis, yang duduk di kursi pesakitan sebagai salah satu terdakwa di kasus ini.

Dalam keterangannya, menurut Abdul Azis, keempat saksi memberikan keterangan yang sama dalam BAP Kejaksaan Negeri Pandeglang. Azis juga mengarahkan pertanyaan ke Parjiyo sesuai isi BAP yang menanyakan pihak yang menyusun anggaran belanja langsung untuk tambahan penghasilan sesuai DPA dari tahun 2010 hingga 2013, sementara Ia baru menjabat sebagai Plt Kadisdikbud sejak September 2011.

Menanggapi pertanyaan Azis, Parjiyo justru meresponnya dengan pertanyaan lagi.

Itu hasi berita acara pemeriksaan saya,” terang Parjiyo.

Hakim Ketua dalam persidangan ini, Efiyanto, lalu mengambil alih. Ia menanyakan langsung ke terdakwa, kapan mulai menjabat sebagai Kadisdikbud Pandeglang.

Jadi mulai tahun 2011 ya, bukan 2010. Bagaimana penjelasan saudara saksi dengan keterangan di BAP?” tanya hakim.

Parjiyo menjawab jika berita acara itu kemungkinan copi paste. “Mungkin BAP-nya terlalu copy paste atau bagaimana,” jawab Parjiyo.

Mendengar jawaban ini, pengunjung bersorak.

Empat saksi yang dihadirkan, baru Parjiyo yang sudah dimintai keterangan dalam sidang lanjutan tersebut. Sidang akan kembali digelar Senin, 9 Juli 2018.

Kasus korupsi dana tunjangan daerah (Tunda) Pandeglang, sudah menyeret 5 terdakwa pegawai Disdikbud. Selain tata Sopandi yang sudah divonis, empat terdakwa lainnya yakni Abdul Azis mantan Kadisdikbud, Nurhasan, mantan sekretaris dinas, Rika Yusliwati, mantan bendahara pengeluaran, serta Ila Nuriawati, pegawai staff Disdikbud.

Keempat terdakwa didakwa telah melakukan permufakatan jahat dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri, dan menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp 11,9 milyar. (kar/ck)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.