Manggis Indonesia Belum Bisa Masuk Taiwan, Ternyata ini Sebabnya

manggis indonesia

Belakangan, Manggis Indonesia juga mencoba merambah ke negara tetangga Cina, Taiwan. Namun hal itu tidak mudah, ada kendala yang harus diselesaikan

BantenTribun.id,- Buah manggis punya potensi manis untuk meningkatkan nilai ekspor sektor pertanian Indonesia. Buah binaan Direkorat Jenderal Hortikultura itu diminati banyak negara, mulai dari Asia, Eropa hingga Australia.

Berdasar data Indonesian Quarantine Full Automation System (Iqfast) sebuah aplikasi yang dikelola Badan Karantian Nasonal (Barantan), menyatakan pada kuartal I 2020, sudah ada 45,33 ribu ton manggis yang dikirim ke luar negeri.

Mayoritas tujuan ekspor yakni sekitar 77 persen dikirim ke Cina, sisanya dikirim ke Prancis, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Australia.

Belakangan, Manggis Indonesia juga mencoba merambah ke negara tetangga Cina, Taiwan.

Sayangnya ekspor ke negara yang dipimpin Tsai Ing-Wen itu tidaklah mudah. Hingga kini manggis Indonesia pun belum bisa lolos badan Karantina setempat.

Menurut Direktur Divisi Karantian Tanaman pada Otoritisas Karantina Tiawan, Tse Wei-Chen ada kendala teknis terkait yang menyebabkan belum lolosnya manggis Indonesia di Taiwan.

dalam sebuah diplomasi virtual bersama Barantan, Wei-Chen menyatakan Taiawan memiliki kekhawatiran akan adanya dua spesies lalat buah, yakni Bactrocera carambolae dan B. papayee mengingat iklim Indonesia hampir sama dengan Taiwan.

Menyikapi kekhawatiran Taiwan, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Barantan, AM Adnan mengaku telah meyakinkan pihak Taiwan soal adanya kedua spesies itu.

“Sesuai kajian ilmiah dan penelitian baik dari Indonesia maupun negara lain yang telah dipaparkan tadi, bahwa tidak ada investasi dua spesies lalat buah tersebut pada buah manggis Indonesia, hal tersebut juga sudah didukung dengan laporan monitoring yang dilakukan Kementan selama ini,” papar Adnan.

Adnan juga menambahkan  lalat buah tidak dapat menyerang buah manggis, kecuali pada buah manggis yang rusak, retak atau memar kulitnya sehingga memudahkan lalat buah menembus dinding kulit manggis dan meletakkan telurnya didalam buah.

Bahkan ia juga meyakinkan pihak Taiwan bahwa hasil penelitian lanjutan yang dilakukan oleh Kementan, bahwa lalat buah yang sengaja dimasuk dalam buah manggis tidak dapat berkembang.

Hingga saat ini, otoritas karantina Taiwan masih mempertimbangkan hal-hal teknis dan hasil-hasil penelitian yang telah disampaikan dari pihak Indonesia.

Pihak Taiwan menyampaikan kembali agar kedua spesies tersebut dapat menjadi perhatian bersama mengingat keduanya belum ada di Taiwan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.