Majalah Suara Guru Banten Akan Dipolisikan Pengusaha Cetakan

Majalah Suara Guru Banten(SGB) yang diterbitkan PGRI Prop.Banten-foto krBantenTribun

Pandeglang,BanteTribun.id –  Unsur  Pimpinan Majalah Suara Guru Banten (SGB), nampaknya harus siap-siap “dipolisikan “ oleh pengusaha percetakan majalah tersebut.

Ramjani Sugiri, Direktur CV Krakatau Putera, mengaku merasa sudah diingkari dan ditipu oleh pengurus PGRI Provinsi Banten, yang merangkap sebagai pemimpin majalah internal PGRI Banten itu.

Menurutnya, pihak pimpinan majalah SGB tidak memiliki itikad baik  membayar tagihan biaya cetakan majalah sebesar 90 juta untuk  edisi Oktober 2016 dan edisi Januari 2017. Kesepakatan awal, masih kata Ramjani, SGB akan membayar cetakan majalah  dengan skema pembayaran cetak pertama akan dilunasi pada cetakan kedua. Nyatanya, sampai bulan September ini pihak pimpinan majalah SGB dinilai tidak berniat untuk melunasi tagihan.

“Sampai hari ini mereka tidak memberikan jawaban kepastian kapan membayar, dan selalu berdalih menunggu pembayaran dari PGRI  Kota Tangsel,”kata Ramjani kepada BantenTribun, Selasa (5/9) di Kantor percetakannya.

Salah satu bukti tagihan majalah edisi Januari 17

Ramjani menceritakan, pihak  SGB mencetak sebanyak 8000 eksemplar majalah setiap penerbitan, dengan harga cetak Rp 7500,- per eksemplar, seharusnya bisa dengan mudah melunasi pembayaran pada cetakan kedua, sesuai kesepakatan.

“Dengan harga jual majalah sebesar Rp 25.000,-per eksemplar, seharusnya mereka  bisa segera melunasi,”imbuh Ramjani.

Alasan Pimpinan Majalah SGB baik yang menunggu pembayaran dari PGRI Kota Tangsel, menurutnya tidak relevan. Usaha Ramjani dengan menghubungi Sekretasis Umum PGRI yang menjabat sebagai Pimpinan Perusahaan majalah itu, selalu kandas tidak mendapat tanggapan. Berdasar pengetahuan dan cek lapangan yang diperoleh pihak percetakan,   PGRI di kabupaten dan kota mengaku sudah melunasi tagihan majalah ke pihak PGRI Provinsi Banten, sebagai penerbit majalah tersebut.

“Jadi kalau dalam seminggu ini tidak ada itikad membayar, kami akan melapor ke pihak kepolisian dengan tuduhan melakukan penipuan,” katanya.

Emed Herdrasyah, Sekretaris Umum PGRI yang menjabat sebagai  Pimpinan Perusahaan majalah SGB, meminta BantenTribun untuk menghubungi Pemred terkait hal tersebut,  ke Pemimpin Redaksi saat dikonfirmasi.

“Saya lagi rapat pak, coba hubungi pemrednya saja,” kata Emed via seluler, Selasa (5/9). Namun, Pemimpin Redaksi Majalah SGB, Sofyan Darulan, tidak mengangkat sambungan telepon dan tidak membalas sms yang dikirimkan BantenTribun.

Aep Junaedi, Ketua PGRI Provinsi Banten yang merangkap sebagai PenanggungJawab Majalah SGB , membantah jika pihaknya dianggap tidak mau membayar cetakan. Menurutnya, tertundanya pembayaran cetakan karena belum masuknya pembayaran dari PGRI Kabupaten dan Kota Serang.

“Kata siapa kami tidak mau bayar? Lha uangnya belum ada gemana, kata pengurus pembayaran dari Kota dan Kabupaten Serang belum masuk, namanya hutang pasti kami bayar” kata Aep Junaedi, kepada BantenTribun, lewat sambungan telepon, Selasa (5/9).

Namun, jawaban Aep dinilai mengada-ada, karena  berbeda dengan jawaban Emed.

“Pimprus ngomong Kota Tangsel yang belum bayar, tapi penanggungjawab bilang Serang yang belum masuk, mana yang bener?”  kata Ramjani.

Menurut Hj.Marsiah, istri Ramjani, ia mengaku  sudah sering  menghubungi ketiga pengurus itu dan tidak pernah mendapat jawaban pasti.

“Bahkan ketika suami kami sakit dan perlu biaya, Pa Aep sama sekali tidak membayar tagihan seperakpun,” kata Marsiah.(Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.