Lewat SINDI 4.0 Kemenperin Dorong Pertumbuhan Industri Dalam Negeri

sindi 4.0

Koordinasi itu diwadahi dalam sebuah ekosistem Indonesia 4.0 atau dikenal dengan SINDI4.0. “SINDI 4.0 dibangun sebagai wadah untuk bersinergi dan berkolaborasi berbagai pihak ,” jelas Agus.

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 disadari banyak pihak membuat berbagai industri tiarap, bahkan ada yang tak sanggup bertahan lalu gulung tikar.

Dikutip dari laman bisnis.com, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bila pandemi corona membuat 60 persen industri suffer alias terdampak berat, dan sisanya moderat dan high demand. “Kelompok moderat hanya satu yaitu petrokimia,” terangnya.

Melihat kondisi itu, Agus dan jajarannya di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan banyak langkah untuk memulihkan industri dalam negeri. Salahsatunya dengan meningkatkan impelementasi industri 4.0.

Ia memahami bila menerapkan industri 4.0 di Indonesia tidaklah mudah, perlu sinergi dengan banyak pihak. “Sinergi dan kolaborasi antar pihak berperan penting dalam impelementasi industri 4.0, ungkap Agus di Jakarta, Jum’at (3/7) seperti ditulis dalam siaran pers Kemenperin.

Menteri yang juga alumni Northeastern University Amerika itu menilai, penerapan industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0 bakal membuat banyak perusahaan industri melakukan penyesuaian baik saat masa pandemi maupun saat ini di masa adaptasi kenormalan baru (AKB).

Meski begitu menurutnya penyesuaian dan digitalisasi diperlukan agar industri tetap bertahan dan produktif. “Digitalisasi membuat perusahaan mampu mengatur proses kerja maupun SDM untuk tetap produktif,” tambahnya.

SINDI 4.0

Menteri yang juga putra dari Ginajar Kartasasmita itu rupanya tak main-main dalam upayanya menerapkan industri 4.0.

Ia dan jajarannya aktif melakukan berbagai koordinasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, lembaga riset, provider teknis, konsultan hingga pelaku keuangan.

Koordinasi itu diwadahi dalam sebuah ekosistem Indonesia 4.0 atau dikenal dengan SINDI4.0. “SINDI 4.0 dibangun sebagai wadah untuk bersinergi dan berkolaborasi berbagai pihak ,” jelas Agus.

Lebih lanjut Menteri yang dijuluki “Mr. Perfectionist” itu mengaku digitalisasi atau penerapan industri 4.0 menemukan momentum di masa pandemi seperti sekarang.

Namun ia sadar betul perlu akselerasi maksimal agar digitalisasi itu benar-benar diterapkan di Indonesia.

“Kami telah mengupayakan percepatan transformasi industri  4.0 melalui peningkatan kesadaran (awarenes) agar industri tetap bertahan di masa pandemi Covid-19, kemudian melakukan penilaian kesiapan industri 4.0 melalui Readines Index serta melakukan pendampingan ke indusri secara remote maupun kunjungan langsung.” Jelasnya.

Agus mengakui bila industri akan menerima banyak manfaat ketiak transformasi 4.0 betul-betul dijalankan. “ Manfaat bakal dirasakan indsutri jika menerapkan industri 4.0 diantarnya menurunan biaya dan down time, meningkatkan kinerja mesin dan peralatan, dan meningkatkan kecepatan operasi produksi dan menjaga kualitas produk. Pungkasnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.