Lereng Gunung Pulosari Retak, BPBD Pandeglang Masih Tutup Jalur Pengunjung

 

Keretakan di lereng Gunung Pulosari semakin lebar. Jalur ini masih ditutup BPBD bagi untuk umum (foto-ist-BantenTribun
Keretakan di lereng Gunung Pulosari semakin lebar. Jalur ini masih ditutup BPBD bagi untuk umum (foto-ist-BantenTribun)

 

Lereng Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang mengalami keretakan semakin lebar. Gunung ini tercatat sebagai gunung berapi meskipun tidak ada data letusan yang pernah terjadi. Namun demikian, diperkirakan masih terdapat aktivitas fumarol atau lubang dalam kerak bumi yang terjadi di dinding kaldera dengan kedalaman 300 meter. BPBD Pandeglang masih menutup jalur ini untuk umum.

Pandeglang,BantenTribun.id –Gunung Pulosari yang memiliki ketinggian 1346 Meter di atas Permukaan Laut (MDPL)- berdekatan dengan Gunung Asepan – mengalami keretakan di beberapa titik yang semakin lebar. Keretakan dengan lebar mulai 0,5 meter hingga lebih itu juga disertai tanah longsor. Keretakan lereng gunung, sebenarnya sudah mulai terjadi sejakahir 2017 lalu.

Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi wisatawan atau pengunjung yang bertandang. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, masih memberlakukan larangan berkunjung untuk umum dan menutup jalur ini bagi wisatawan.

Adanya keretakan dan lonsor di Gunung Pulosari, sebenarnya sudah terjadi sejak ahir 2017, namun sekarang keretakkannya agak melebar. Ini bisa membahayakan pengunjung. Jalur ini sementara masih ditutup untuk wisatawan yang mau berkunjung ke Gunung Pulosari,” kata Asep Rahmat, Kepala BPBD Pandeglang, kepada Banten Tribun, Sabtu( 14/7).

Pihak BPBD, sudah berkirim surat ke Kementerian ESDM dan meminta agar menurunkan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk meneliti lebih lanjut keretakan yang semakin melebar di lereng gunung tersebut.

Semakin melebarnya keretakan di lereng gunung itu pertama kali di ketahui salah seorang warga Kampung Cilentung, Kecamatan Pulosari, saat sedang berburu hama hutan, ahad lalu.

Keretakan lereng gunung yang terlihat semakin lebar, seperti dikutip dari laman salakanews, persisnya berada dari atas Curug Putri hingga ke bagian bawah kawah gunung yang jaraknya diperkirakan puluhan meter.

Keretakan dan longsor gunung Pulosari, pertama kali terjadi pada ahir tahun 2017 lalu, disaat puncak musim libur. Beruntung, saat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Keindahan Curug Putri di Gunung Pulosari, belum dapat dinikmati wisatawan @visit Pandeglang
Keindahan Curug Putri di Gunung Pulosari, belum dapat dinikmati wisatawan @visit Pandeglang

Masyarakat yang tinggal disekitar gunung diminta untuk tetap waspada, guna mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi,” tandas Asep (kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.