Larangan Penggunaan Cantrang Akhirnya Dicabut Menteri Susi

 

Menetri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti akhirnya mencabut larangan penggunaan cantrang dihadapan ribuan pendemo di Monas,Rabu,17/1. foto@cnn
Menetri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti akhirnya mencabut larangan penggunaan cantrang dihadapan ribuan pendemo di Monas,Rabu,17/1. foto@cnn

Larangan penggunaan cantrang akhirnya dicabut. Namun, hanya kapal cantrang yang sudah terdaftar yang boleh melaut menggunakannya. Menteri Susi Pudjiastuti meminta agar nelayan tak menambah kapal.

Pandeglang, BantenTribun.id –Larangan penggunaan alat tangkap cantrang,trawl dan lainnya seperti tercantum dalam peraturan Menteri KP nomor 71 tahun 2016, akhirnya dicabut. Pencabutan Permen tersebut disampaikan langsung oleh Meteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, saat menemui para demonstran di kawasan Monas, Rabu(17/1), seperti dilansir dari laman cnn.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Susi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno,  menerima perwakilan nelayan di ruang kerjanya dalam Istana Merdeka sekitar pukul 15.40 WIB. Bupati Tegal Enthus Susmono serta Plt Wali Kota Tegal Jawa Tengah Nursoleh turut menghadiri pertemuan itu.

Pertemuan itu memang diinisiasikan Jokowi pasca bertemu 16 perwakilan nelayan Jawa Tengah yang berasal dari Tegal, Batang, Pati, dan Rembang di Tegal, Senin (15/1) siang.

Presiden Joko widodo mendengarkan keluhan yang disampaikan perwakilan nelayan cantrang, didampingi Menteri Susi dan Mensesneg Pratikno, di Istana Merdeka,Rabu,17/1. foto@cnn
Presiden Joko widodo mendengarkan keluhan yang disampaikan perwakilan nelayan cantrang, didampingi Menteri Susi dan Mensesneg Pratikno, di Istana Merdeka,Rabu,17/1. foto@cnn

Cantrang menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai hingga kini sejak Menteri Susi mengeluarkan larangan  penggunaan cantrang melalui Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets.
Cantrang dianggap hanya menguntungkan saudagar kapal besar dan merusak populasi ikan, sumber penghidupan nelayan kecil.

sekitar 12 ribu nelayan berdemo di depan Istana Merdeka dan  meminta cantrang boleh kembali digunakan. Mereka menyatakan, cantrang tidak merusak seperti yang diklaim Susi.

Pasca pertemuan  Presiden Jokowi dan perwakilan nelayan tersebut, Menteri Susi  lalu menyampaikan kesepakatan terkait cantrang yang sebelumnya sempat dilarang olehnya, didampingi Hadi Santoso, perwakilan nelayan.

“Bersyukur, Alhamdulillah, cantrang boleh melaut lagi tanpa batasan waktu,” kata Hadi Santoso yang berdiri di samping Susi di atas mobil komando milik para peserta aksi.

Menteri Susi juga mengingatkan  nelayan agar tak menambah kapal milik mereka. Hanya kapal cantrang yang sudah terdaftarlah yang boleh melaut menggunakan cantrang.

Dalam orasinya itu, dia meminta agar nelayan mematuhi semua kesepakatan yang telah disetujui di hadapan presiden Joko widodo.

“Sampean patuhi yah, sekarang boleh melaut, tapi jangan pakai kapal yang markdown. Harus diukur ulang semua kapal yang belum diukur ulang,” kata Susi.

Ucapan tersebut kemudian diamini ribuan nelayan yang mengikuti aksi demonstrasi. Mereka pun menyetujui kesepakatan yang sebelumnya disampaikan Susi.

Kesepakatan tersebut yakni, kapal nelayan yang belum diukur ulang harus diukur kembali agar tak ada markdown, tak ada penambahan kapal, nelayan juga dipersilakan mendaftarkan diri untuk penggantian alat tangkap.

“Saya ingin nelayan Indonesia itu jaya di laut Indonesia. Kalau sampean masih markdown dan tidak patuh, tahun depan kapal sampean saya tenggelamkan,” kata Susi. (red)

 

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.