Kuliner Pandeglang, Saat Kangen Masakan Ibu di Kampung

Kuliner Pandeglang dan kangennya seorang perantau pada rumah, ibu dan kampung halaman. Kuliner adalah identitas dimanapun mereka berada, pasti akan kembali dan mengobati rasa kangen.

Kuliner Pandeglang
Kuliner Pandeglang, Foto: Cookpad, Dede Choiry Inayah

BantenTribun.id- Setiap daerah punya kuliner khasnya masing-masing, bukan sekedar kuliner khas yang bisa dibawa pulang. Sebagai oleh-oleh untuk teman kantor atau buah tangan untuk anak tercinta.

Kuliner lebih dari itu, ia adalah ciri khas, budaya sekaligus lambang interaksi. Selalu ada rindu menikmati masakan ibu di kampung halaman.

Anda akan menemukan Nasi Rawon sebagai kuliner yang disajikan dalam kenduri di kawasan jawa timur.

Atau snsi dicampur soto bening di kawasan Semarang, Solo, Klaten dan sekitarnya.

Mari kita bermain ke kawasan Sumatera, Bangka misalnya, pindang kuah kuning adalah masakan rumah yang bikin kangen.

Untuk kawasan Maluku dan Papua. Papeda dan Cakalang Kuah Kuning, adalah sesuatu yang paling dirindu. Khususnya oleh mereka yang merantau ke daerah atau negara lain.

Di Kota Santri Pandeglang, banyak kuliner yang bikin kangen, dari yang sederhana, hingga yang dianggap mewah.

Kulit Melinjo

Sayur kulit melinjo atau ‘cangkang tangkil’. Dimasak dengan cara ditumis atau dioseng dengan sedikit kuah. Ini menjadi ciri khas, dan bikin kangen warga pandeglang dimanapun mereka berada.

Ada karakter yang berbeda dengan kulit melinjo asli Pandeglang, hal itu juga diakui untuk dagingnya yang digunakan sebagai emping.

Pengrajin emping Indramayu misalnya. Mereka sangat suka dengan daging melinjo Pandeglang yang dianggap lebih unggul soal rasa.

Kulit melinjo asli Pandeglang lebih empuk dan pulen, berbeda dengan daerah lain yang lebih kering dan agak keras.

Makan sayur kulit melinjo, akan terasa nikmat jika ditemani dengan ikan asin plus sambal terasi. Asli ‘Pandeglang Banget’.

Sayang kuliner pandeglang satu ini belum didorong jadi trademark kuliner wisata seperti Gudeg misalnya.

Iri memang jika melirik harkat gudeg. kuliner khas jogja itu kini sudah dikemas aneka rupa. Lewat gudeg kaleng misalnya. Gudeg jogja kini bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kulit melinjo? kripiknya sudah ada, tapi dikalengin? masih belum. Perlu formulasi dan inovasi.

Kuliner Pandeglang, Semur Daging dan Gemblong

Tidak banyak orang Pandeglang yang sanggup makan semur daging setiap hari. Selain harganya relatif mahal, apalagi saat pandemi seperti sekarang. Orang juga butuh variasi untuk makan. Kebanyak makan daging, repot bagi kesehatan tubuh.

Semur daging, khususnya daging kerbau, menjadi kuliner pandeglang yang dirindukan saat lebaran. Orang Pandeglang yang ada diluar kota, bakal berburu semur daging saat lebaran. Temannya apalagi kalau bukan gemblogn atau uli yagn digoreng atau dibakar.

Di cocol ke kuah semur daging, bagi orang Pandeglang adalah kebahagian yang tiada taranya.

Soal daging kerbau. Orang Pandelgang memang lebih memilih daging hewan ini daripada Sapi. Bagi orang Pandeglang, daging sapi lebih nikmat, seratnya lebih mantap. Soal empuknya daging, jangan khawatir. Ada rumusnya.

Angeun Lada

Angeun Lada, kuliner ini menjadi sangat khas, dengan isi kuah berbeda tiap wilayah. Untuk daerah yang dekat dengan pantai. Seperti Panimbang, Labuan, atau Carita. Angeun Lada dengan isi ikan tentu sangat nikmat.

Sementara ke kawasan lebih utara, seperti Kota Pandeglang, atau Cadasari, Angeun lada dengan isi rebung (Iwung) juga tak kalah lezat.

Bukan hanya ikan atau rebung. Kuliner Pandeglang satu ini juga bisa berisi daging, atau jeroan.

Angeun Lada memang identik dengan Pandeglang. Bahkan kuliner satu ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 4 tahun lalu.

Tak heran orang pandeglang yang berada di luar kota atau bahkan yang menjadi diaspora selalu kangen dengan kuliner satu ini.

Lebih kangen lagi jika ibu di rumah pandai memasak kuliner pandeglang satu ini.

Sayur Asam

Sayur asam memang milik banyak daerah. Jakarta dan daerah jawa juga punya sayur asamnya masing-masing.

Sayur asam Pandeglang mungkin tak jauh berbeda dengan Jakarta atau Betawi. Ada melinjo, kacang tanah, labu siam muda, pepaya muda, jagung dan sebagainya. Hanya saja di Pandeglang komposisi sayur asam lebih banyak mengandalkan melinjo.

Wajar jika ada literatur menyebut sayur asam Pandeglang adalah Gnetum Soup. Sebagai daerah penghasil melinjo, Sayur asam Pandeglang memang penuh dengan bahan dari melinjo, baik biji, daun, hingga bunganya.

Terlepas dari banyaknya kesamaan dengan sayur asam Jakarta dan banyaknya unsur melinjo. Sayur asam pandeglang lebih bening, menyegarkan dan ‘ngangenin’.

Sambel Honje dan Emping

Memasak nasi liwet (Ngaliwet atau Ngagonjleng) lalu menghampar daun pisang (Ngampar daun) adalah kebiasaan orang Pandeglang saat berkumpul besama keluarga, teman atau sahabat.

Ikan mas bakar, nasi liwet lalapan dan sambel honje adalah unsur lengkap nikmatnya silaturahmi sebuah keluarga.

Sementara emping, bagian dari unsur melinjo adalah penganan pelengkap yang tak bisa dilupakan begitu saja. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.