KPK Tangkap Kalapas Sukamiskin, Sel Tb Haeri Wardhana dan Fuad Amin Kosong

lapas sukamiskin@kumparan
Lapas Sukamiskin Bandung@kumparan.

 

KPK kembali melakukan OTT dan menangkap Wahid Husen, Kalapas Sukamiskin Bandung yang baru menjabat empat bulan. Penangkapan Husen, terkait jual beli ijin keluar Lapas. Dua narapidana tipikor yakni Tb Haeri Wardhana atau Wawan dan Fuad Amin tidak berada dalam sel-nya saat penggeledahan dengan alasan sakit.

BantenTribun.idKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Wahid Husein. Kalapas dijemput di rumahnya pukul 24.00 WIB, Sabtu (21/07) dini hari.

Penangkapan Wahid Husein, diduga terkait dugaan jual beli izin keluar lapas. Hal itu diperkuat dengan tidak adanya dua narapidana tipikor Fuad Amin dan TB Haeri Wardhana saat penggeledahan dengan alasan sakit.

Wahid Husen diketahui baru menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak empat bulan lalu. Lapas Sukamiskin yang berlokasi di Jalan AH Nasution Kota Bandung itu merupakan lapas khusus narapidana Tindak Pindak Korupsi (Tipikor).

“Uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan juga diamankan sebagai barang bukti awal,” ungkap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Sabtu (21/07), seperti dikutip dari laman bbc indonesia.

Menurutnya, ada enam orang yang diamankan dalam OTT KPK. Dan saat ini, sambungnya, keenam orang tersebut – termasuk Kalapas Sukamiskin – sudah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan. KPK mempunyai waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan itu.

Sel Tb Chaeri Wardhana dan Fuad Amin Kosong

Tim Satgas KPK didampingi aparat Kepolisian Polrestabes Bandung berangkat ke Lapas Sukamiskin dengan tujuan melakukan penggeledahan dan penyegelan

Penggeledahan pertama dilakukan terhadap kamar tahanan Fahmi Darmawansyah, narapidana tipikor proyek pengadaan satelit pemantau Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Andri seorang narapidana tipikor yang sedang mendekam di lapas tersebut.

Penggeledahan di sel tahanan kedua napi tipikor itu berlangsung selama 30 menit. “Keduanya langsung ditangkap KPK,” ungkap Julia untuk BBC News Indonesia.

Tim Satgas KPK kemudian melanjutkan menggeledah kamar tahanan narapidana tipikor pencucian uang Fuad Amin dan TB Haeri Wardhana.

Tetapi keduanya tidak berada di selnya karena sedang dirawat di rumah sakit di luar lapas sehingga KPK hanya melakukan penyegelan.

Penggeledahan dilanjutkan ke ruang kantor Bagian Perawatan dan ruang Kepala Lapas. KPK melakukan penyegelan terhadap filing kabinet yag berada di ruang perawatan dan penyegelan terhadap ruang kalapas.

Proses penggeledahan dan penyegelan itu berlangsung hingga pukul 01.30 WIB. KPK kemudian membawa Wahid, Hendri, Fahmi, dan Andri ke Jakarta.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.