Kota Lama Semarang Jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

Kota Lama Semarang ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ada Proses panjang sebelum sampai ke tahap itu. Salah satunya pembenahan yang tak pernah berhenti.

Kota Lama Semarang
Gereja Blendhuk, di Kawasan Kota Lama Semarang. Foto: Flickr, Wastu Adjie

BantenTribun.id- Kota Lama Semarang. Bagi pelancong yang sering ke Kota Atlas (Aman, Tertib, Lancar, Asli dan Sehat) pasti tidak asing dengan tempat itu.

Tiba di Stasiun Tawang, dengan berjalan kaki anda bisa langsung ke Kota Lama Semarang.

Menikmati secangkir kopi di Kopi Filosofi, atau menyantap lezatnya Nasi Goreng Babat Cak Karmin Mberok.

Anda juga bisa berselfi dibarisan gedung-gedung tua nan eksotis. Atau di jembatan Mberok yang penuh sejarah. Penghubung dua kasta yang berbeda.

Kota Lama Semarang memang telah berbenah. Tak ada lagi suasana kumuh, atau kesan negatif lainnya.

Ia telah menjelma menjadi destinasi wisata yang seru. Aristektur klasik, kuliner, tempat nongkrong hingga spot selfie yang instagramable.

Kota Lama Semarang Jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

Kota Lama Semarang adalah potret keberhasilan pelestarian Cagar Budaya. Setidaknya Kementerian Pendidikan mengakui hal itu.

Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nomor 6682/P/2020.  Kota Lama resmi ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional.

Penyerahan SK digelar secara virtual, antara Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemdikbud Fitra Arda dengan Wakil Walikota Semarang Heyearita Gunaryati Rahayu.

“Penetapan cagar budaya nasional ini adalah langkah awal. Dibalik itu ada tanggungjawab besar. Mudah-mudahan Kota Lama Semarang jadi contoh pemajuan kebudayaan.” Ungkap Fitra, seperti dilansir dari laman resmi Dirjen Kebudayaan Kemdikbud.

Lebih lanjut, Fitra sangat menghargai upaya Pemerintah Kota Semarang yang berupaya menjadikan Kota Lama menjadi Cagar Budaya Nasional.

Wakil Walikota Semarang, Heyearita Gunaryati Rahayu juga merasa bersyukur atas capaian itu.

“Kami sudah mengajukan sejak 2017, selama menunggu kami terus membenahi kawasan bersejarah itu.” ungkap Heyearita.

Heyearita menambahkan, Revitalisasi Kota Lama Semarang sudah tahap akhir. “Nanti kita akan bangun Museum dan berlanjut ke Kampung Melayunya. Sehingga SK Mendikbud itu akan mencakup empat situs.” Jelasnya.

Seperti diketahui kawasan Kota Lama memang menyimpan sejarah panjang. Setidaknya dari abad ke-15 hingga abad 20.

Situs Kampung Arab (Melayu), Melayu, Cina (Cina) Hingga Belanda dengan Oudestad ada di kawasan itu.

Semarang Terus Berbenah

Semarang, dan Jawa Tengah secara umum memang tak pernah berhenti berbenah.

Harmoni Ganjar Hendi seolah tak berhenti membawa Kota Lumpia selangkah lebih maju.

Berbagai infrastruktur dibenahi, termasuk berbagi destinasi wisatanya.

Bukan hanya kota Semarang, kota disektarnya, yaitu Kabupaten Semarang dan Ungaran juga mengikuti.

Destinasi wisata alam, seperti Taman Bunga Celosia, Ayanaz Gedong Songo, hingga Mini Taman Mini Cimory, siap memanjakan pengunjung dari berbagai kota. (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.