Kontur Tanah Banyak “Tela”, DPUPR Pandeglang Prioritaskan Bangun Jalan dengan Rigit Beton

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Girgijantoro (foto-kar-BantenTribun)
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Girgijantoro (foto-kar-BantenTribun)

Kontur tanah Kabupaten Pandeglang  secara umum banyak yang labil atau kerap disebut tanah “Tela”, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pun, memfokuskan pembangunan insfrastruktur jalan dengan prioritas Rigit Beton, meskipun anggaran biayanya relatif lebih mahal dibanding hotmix.

Pandeglang,BantenTribun.id – Dari total 683 kilometer panjang jalan Kabupaten yang ada, hampir 62 persennya dalam kondisi rusak sedang dan berat. Menjawab kondisi itu, DPUPR Kabupaten Pandeglang, tahun ini menggulirkan 51 kegiatan dari 6 programnya, yang difokuskan pada pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2018 ini,  dari 51 paket pekerjaan pada Bidang Bina Marga. Ke 51 paket tersebut, 3 paket bersumber dari dana DAK dan 48 paket bersumber dari APBD Pandeglang.

Sebanyak 47 paket pekerjaan di bidang ini  , sudah masuk ke Unit layanan Pengadaan (ULP). Sedangkan Bidang  Penataan Bangunan, tersedia  15paket pekerjaan  yang bersumber dari APBD, 11paket pekerjaan diantaranya juga sudah masuk ULP.

Sementara pada Bidang Penataa Ruang,  8 paket pekerjaan yang tersedia,  yakni 5 paket lelang dan 3 paket penunjukkan langsung (PL),semuanya sudah masuk ULP.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Kebersihan (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Girgijantoro mengungkapkan, dari total panjang jalan di Kabupaten Pandeglang sekitar 683 kilometer,  baru sekitar  38,14 persen yang kondisinya baik. Sekitar 36 persen dengan kondisi sedang, dan sisanya sekitar 25,86 persen dalam katagori rusak berat.

“Setiap tahunnya anggaran yang tersedia untuk membangun jalan yang rusak itu paling juga tersedia sekitar Rp120 miliar sampai Rp170 miliar. Alhamdulillah, pada tahun 2017 kami mampu membangun jalan rusak sekitar 79 kilometer. Semua pembangunan jalan yang sudah kami laksanakan fokus pada rigit beton dibandingkan hotmix, karena kontur tanah di Pandeglang tidak memungkinkan semuanya menggunakan hotmix,” kata Girgi, Selasa (17/4).

Untuk tahun 2018 ini,  kata Girgi, pihaknya tengah menargetkan pembangunan jalan rusak jumlah totalnya sekitar 50 kilometer. Dari jumlah total yang ditargetkan untuk dibangun,  yang tersebar di 35 kecamatan.

“Tahun ini juga dari total target yang akan kami bangun itu, kami fokus pada rigit beton dibandingkan hotmix. Hotmix juga memang ada, akan tetapi lebih fokusnya dipemeliharaan dan peningkatan juga ada untuk hotmix,” jelasnya.

Sekretaris DPUPR, Rahmat Zultika, mengatakan, dari total yang ditargetkan bakal dibangun itu, pihaknya sudah memasukan dokumen lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) sekitar 47 paket lelang dengan anggaran total baik dari Dana Alokasi Umum (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) TA 2018 yakni sebesar Rp 72 miliar.

“Pembangunan jalan  dengan  prioritas Rigit Beton karena CBR (  California Bearing Ratio) atau kerap disebut juga dengan kondisi “tanah tela”, dimana  perbandingan antara beban penetrasi lapisan tanah di Pandeglang umumnya labil. Padahal dengan rigit, biaya yang dibutuhkan lebih mahal,  sekitar Rp 2,3 per kilometer dengan  lebar jalan 4 meter. Kalau dengan  hotmix sekitar Rp 700 juta perkilometer,”kata Rahmat Zultika kepada BantenTribun,Selasa 17/4), di sela-sela acara olahraga pagi di halaman kantornya.

Rahmat Zultika, Sekretaris DPUPR Kabupaten Pandeglang (foto-kar-BantenTribun)
Rahmat Zultika, Sekretaris DPUPR Kabupaten Pandeglang (foto-kar-BantenTribun)

DPUPR bergerak cepat dalam memasukkan paket pekerjaan ke ULP agar segera dilelangkan, hal ini  menurut Girgi,  sesuai intruksi Bupati Pandeglang Irna Narulita, supaya anggaran terserap dengan baik.

“ Makanya kami sudah masukkan ke ULP dan banyak yang sudah dilelangkan. Untuk DAK itu ada 3 paket pekerjaan dan dari DAU itu 44 pekerjaan, jadi totalnya ada 47 paket yang sudah masuk ke ULP. Pekerjaan pembangunan jalan itu bersumber dari DAK dan DAU dengan nilai masing-masing paketnya berpariatif,” jelas Girgi.

Dalam kesempatan lain, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku tidak menampik bahwa di kepemimpinanya  bersama Wabup Tanto Warsono Arban, masih memiliki pekerjaan rumah yang mesti dihentaskan terutama infrastruktur jalan. Maka dari itu kata Irna,  ia akan berjuang menghentaskannya disisa waktu kepemimpinannya.* (Advertorial/DPUPR/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.