Kiprah Alfred Riedl Di Asia Tenggara, Mula di Vietnam Berakhir Di Timnas Indonesia

Alfred Riedl meninggal dunia. Ia adalah pelatih timnas Indonesia yang dikontrak tiga kali. Pelatih Australia itu menjadi satu-satunnya sosok yang mampu membawa timnas 2 kali lolos ke babak final Piala AFF.

Alfred Riedl
Alfred Riedl (Youtube/AFFSuzukiCUP)

BantenTribun.id- Alfred Riedl menjadi sosok yang lekat dengan sepakbola Indonesia. Ia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil membawa timnas dua kali runner-up Piala AFF. Setidaknya dalam 1 dekade terakhir.

Sebagai seorang pelatih profesional, Riedl memang bukan  kaleng-kaleng. Perjalanan panjang telah ditempuhnya dari Austria hingga Indonesia.

Menurut catatan transfrmrkt, Pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu memulai karir pada tahun 1983. Ia menjadi asisten manajer di Wiener SC. Riedl kemudian pindah ke VFB Modling juga dengan posisi yang sama.

Tahun 1986, ia baru menjabat sebagai pelatih di Kottingbrunn. Kemudian satu tahun berikutnya, ia pun didapuk menjadi asisten manajer di salah satu klub bergengsi di liga negaranya. Austria Vienna.

Prestasi terbaik dalam fase kepelatihannya diraih saat ia dipercaya menjadi manajer Australia U 23 dan Austria senior periode 1990/1991.

Berawal di Vietnam

Dalam beberapa tahun berikutnya, Riedl memulai petualangan di Asia. Ia pernah menjadi official tim nasional Iran di tahun 1996/1997 dengan jabatan Supporting Director.

Selanjutnya, tahun 1998, Ia datang ke Asia Tenggara. Vietnam menjadi pelabuhan pertamanya.

Debutnya bersama The Golden Stars cukup menjanjikan. Pria berkumis itu sukses membawa Nguyen Van Dung dan kolega lolos ke final piala AFF yang dulu disebut Piala Tiger.

Final pertamanya di kompetisi bergengsi Asia Tenggara tak sesuai harapan. Vietnam takluk oleh gol tunggal Singapura yang dicetak oleh sasikumar di menit ke-65.

Torehan prestasi itu membuat federasi sepakbola Vietnam masih menaruh harapan pada Riedl.

Piala Tiger tahun 2000, menjadi kiprah kedua Riedl bersama Vietnam. Sayang nasibnya kali ini tak lebih baik dibanding dua tahun lalu. Vietnam hanya sampai di semi final sebelum dikalahkan oleh Indonesia lewat perpanjangan waktu.

Gendut Doni kala itu, menjadi ganjalan Riedl dalam membawa timnya ke final untuk kali kedua.

Gagal berprestasi bersama The Golden Stars, Riedl akhirnya di depak.

Namun tahun 2003 ia kembali didapuk menjadi pelatih Vietnam dan gagal. Ia pun kembali di depak.

Vietnam sepertinya tak bisa lepas dari Alfred Riedl. Tahun 2005 ia kembali ke negara itu. Kali ini prestasinya luar biasa.

Sebab Dua tahun setelah teken kontrak, di Piala Asia, Vietnam untuk pertama kali sepanjang sejarah, lolos ke babak 8 besar.

Setelah mengantar Le Cong Vinh ke perempat final Piala Asia, Riedl akhirnya direkrut Laos. Namun bersama Thim Xad, ia tak pernah tampil di Piala AFF.

Alfred Riedl Bersama Timnas Indonesia

Melihat prestasi Vietnam di Piala Asia 2007 membuat PSSI tertarik memboyong Riedl ke Indonesia. Tapi sepertinya PSSI dimasa Nurdin Halid kala itu lupa, Riedl tidak pernah merasakan juara Piala AFF.

Vietnam untuk kali pertama meraih gelar AFF di tahun 2008. Saat itu Le Chong Vinh dan kolega dilatih Henrique Calisto.

Sementara bersama Timnas, Riedl kembal gagal merengkuh tropi Piala AFF.

Tahun 2010 adalah kiprah pertama Riedl bersama timnas Garuda. Tahun ini bisa dibilang menjadi salah satu performa terbaik timnas.

Naturalisasi Christian Gonzales membawa warna tersendiri. El Loco bermain sangat apik, meski usianya tak lagi muda.

Selain itu, pemain lokal seperti Octavianus ‘Octo’ Maniani, Boaz Sallosa, M Ridwan hingga Arief Suyono juga tak kalah keren.

Sayang, meski tampil baik sepanjang fase, Timnas harus takluk di tangan Malaysia dalam dua laga, kandang-tandang.

Banyak pihak curiga, ada mafia pengaturan skor di partai final AFF kali ini. Pasalnya, Malaysia sempat kalah telak 5-1 oleh Indonesia di babak penyisihan. Namun hingga kini kecurigaan itu belum terbukti.

Gagal di debut pertamanya bersama timnas, Riedl kembali dipanggil PSSI ditahun 2013. Pemanggilan Alfred Rieder sering dengan berakhirnya konflik dualisme sepakbola Indonesia kala itu.

Namun dengan persiapan kurang maksimal Riedl gagal total di Piala AFF tahun depannya. Timnas bahkan tak mampu lolos dari fase kualifikasi grup. Ia pun dipecat.

Setelah dipecat PSSI, Alfred Riedl dipercaya melatih PSM Makasar. Namun bersama juku eja ia tak pernah merasakan atmosfer kepelatihan. Riedl kala itu mengalami gangguan kesehatan.

Baru pada tahun 2016, ia kembali dipercaya melatih timnas Garuda. Kali ini, optimismenya tak seperti 6 tahun lalu.

Tapi siapa sangka, Stefano Lilipaly ternyata sampai juga ke partai puncak. Namun itu menjadi kegagalan kedua Riedl di final.

Jika dulu timnas kalah oleh Malaysia. Kali ini giliran Vietnam yang mengubur impian Riedl dan jutaan pecinta bola Indonesia.

Siroch Chattong adalah aktor utama buyarnya harapan timnas merengkuh trofi AFF untuk kedua kalinya.

Setelah tak melatih timnas Indonesia, transfrmrkt tak mencatat adanya tim atau klub yang dilatih Alfred Riedl. Hingga Selasa, (8/9). Kabar buruk datang, Alfred Riedl dikabarkan telah meninggal di usia 70 tahun. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.