Keren, Ekspor Pertanian Indonesia Meningkat, Yang Lain Anjlok

ekspor pertanian

Pertumbuhan ekspor sektor pertanian sebesar 5,63 persen, dan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor buah-buahan tahunan

BantenTribun.id- Kinerja ekspor pertanian Indonesia ternyata bisa diandalkan ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melaporkan terjadi  pertumbuhan untuk ekspor sektor pertanian untu periode Januari – Mei 2020 sebesar 5,63 persen.

“Ada hal yang menggembirakan soal pertumbuha ekspor sektor pertanian sebesar 5,63 persen, dan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor buah-buahan tahunan,” ungkap Suhariyanto dalam live streaming Data Ekspor-Impor, Senin (15/6).

Total ekspor pertanian pada Januari-Mei 2020 sebesar US$1,43 miliar. Sedangkan pada Januari-Mei 2019 lalu sebesar US$1,35 miliar.

Tiga negara yakni Tiongkok, Amerika Serikat dan dan Jepang menjadi pelanggan utama produk buah-buahan dan komoditas pertanian Indonesia.

Tiongkok menjadi pangsa pasar terbesar ekspor pertanian Indonesia dengan 17,04 persen, disusul Amerika 11,64 persen dan Jepang 8,6 persen.

Meningkatnya kinerja ekspor sektor pertanian ternyata tak seiring dengan sektor yang lain.

Ekspor non migas misalnya, nilai ekspor sektor ini mencapai US$ 60,97 miliar, turun hingga 3,50 persen. Hal ini patut disayangkan mengingat sektor migas menyumbang 94,58 persen dari total ekspor untuk periode Januari – Mei 2020.

Menurunya ekspor non migas yang dominan terhadap keseluruha ekspor Indonesia jelas berpengaruh pada nilai ekspor keseluruhan Indonesia yang mencapai US$ 64,46 miliar atau turun hingga nyaris 6 persen.

Pertanyaan berikutnya, apakah lonjakan nilai ekspor sektor pertanian berpangaruh pada peningkatan kesejahteraan petani khususnya buruh tani?.

BPS melaporkan, ada peningkatan nilai upah buruh tani sebesar 0,14 persen pada April 2020 atau Rp. 55,396.

“Secara nominal mengalami peningkatan sebesar 0,14 persen karena pada Mei 2020 indeks konsumsi rumah tangga di pedesaan mengalami deflasi sebesar 0,07 persen, upah riil buruh tani pada Mei 2020 membaik dan naik sebesar 0,21 persen,” ujar kata Suhariyanto.

Meski hanya ada sedikit peningkatan di upah buruh tani, namun dimasa pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi salahsatu sektor yang bisa diandalkan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.