Kenalan Dengan SUP Inovatif Kementan Yang Sukses Di Banten

sup inovatif

Sistem Usaha Pertanian atau SUP Inovatif Kementerian Pertanian berhasil diterapkan dengan baik di salahsatu wilayah di Banten

BantenTribun.id- Kementerian Pertanian seperti tak berhenti untuk berinovasi terutama untuk pengembangan lahan-lahan kering di berbagai wilayan di Indonesia, salahsatunya di Banten.

Seperti diketahui, Banten merupakan daerah potensial untuk produksi pertanian, baik lahan kering maupun sawah.

Luas lahan kering di wilayah ini mencapai 157.546 hektar, yang bila dioptimalkan akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas komoditas pertanian dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petaninya.

Sadar dengan potensi itu, Balai Pengajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP), Kementan terus bergeliat dan mencari berbagai solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan kering untuk wilayah utama penyangga ibu kota itu.

Lewat SUP Inovatif, BP2TP Kementerian Pertanian, Salahsatu wilayah di Banten, khususnya di Cikeusal Kabuapten Serang, lahan kering mulai bisa dioptimalkan.

SUP (Sistem Usaha Pertanian) Inovatif, merupakan sistem usaha pertanian berbasis teknologi, dimana penerapan mekanisasi pertanian sesuai kebutuhan dan mudah diterapkan oleh petani.

Sistem Usaha itu merupakan satu dari berbagai upaya yang akan dilakukan Kementerian Pertanian untuk memanfaatkan lahan kering yang telah mereka identifikasi diberbagai wilayah. Menurut Kementan, lahan kering yang diidentifikasi mencapai 24 jutah hektar.

“SUP Inovatif mengaplikasikan pengelolaan air yang inovatif dan adaptif pada perubahan iklim serta dirancang dengna sistem yang dinamis.” Ungkap Haris Syahbudin, Kepala BP2TP seperti dilansir dari laman resmi kementan.

Haris juga menambahkan, bila mereka sudah berhasil mengembangkan pemanfaatan lahan kering di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, dimana wilayah itu memiliki luas lahan sebesar 2,628 hektar.

Salahsatu desa di Kecamatan Cikeusal yang sukses menerapak SUP Inovatif adalah Desa Cilayang khususnya di kelompmok tani Tunas Harapan I.

Menurut Kurniawan, salahsatu anggota kelompok Tunas Harapan I, mengaku melalui program Sistem Usaha Pertanian Inovatif, kelompoknya telah mengambil banyak manfaat terutama dari budidaya sayuran. Apalagi menurutnya program ini juga sangat memperhatikan saluran pasar untuk sayurannya.

“Lahan menjadi lebih produktif, produk berkualitas dan pemasaran produk juga mudah.” Ungkap Kurniawan. (aji)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.