Kembali ke Gadget, Tips Tambah Income Di Masa Pandemi

 

Oleh : Kamim Rohener

Pandemi Covid—19, memaksa setiap orang untuk lebih sering di rumah, keluar jika perlu. Alhasil banyak para pekerja yang juga harus bekerja di rumah, atau dirumahkan atau bahkan dikenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan tak sanggup memenuhi beban operasional.

Alhasil banyak income keluarga yang berkurang, dampaknya kebutuhan tak tercukupi. Alih-alih memenuhi hasrat dan keinginan tersier, untuk primer aja sebagaian kini mengalami kesulitan.

Namun hal itu tak patut jadi keluhan, selalu ada cara dan jalan keluar bagi orang yang mau berpikir. Dimasa kini, cari uang atau income tambahan malah bisa dikerjakan di rumah. Intinya perubahan mindset, rizki tidak hanya datang dari bekerja, tapi bisa datang dari arah mana saja yang tak diduga-duga.

Saat ini hampir semua sendi kehidupan telah masuk ke ranah digital. Dimasa pandemi bahkan lonjakannya siginifikan. Banyak orang seperti dipaksa untuk melakukan itu, kembali ke laptop, gadget dan sebagainya. Meski bagi para newbie hal itu sangatlah berat.

Namun dengan tekad, keinginan terus belajar, berani bertanya di berbagai forum atau bahkan japri pada yang ahli, semua bisa terjadi. Meski tetap saja proses tidak mudah dan membutuhkan waktu.

Oleh karena itu penulis ingin membagi tips tambah income di masa pandemi dalam dua hal yaitu via digital dan analog.

Kembali ke Gadget Kembali ke Dunia Digital

Bagi generasi milenial atau “Kolonial” (Kolot tapi Milenial) serta paham IT dan berbagai jenisnya, kembali ke gadget bisa jadi solusi untuk mendapat income tambahan.

Ada banyak cara untuk mendapat income tambahan dari ranah ini, mulai dari jadi Youtuber, Blogger, Content Writing, Copy Writing, Desain Web, Desain Grafis, Affiliate Marketing, Survey, hingga mengikuti paltform game di Aplikasi Smartphone serta beragam cara lainnya.

Kelemahannya, disini butuh skill, pikiran dan ide kreatif, kompetitor yang banyak dan prosesnya butuh waktu lama. Kecuali anda punya modal cukup untuk belajar langsung ke ahlinya.

Jadi Youtuber misalnya, butuh ide kreatif dengan niche spesifik yang dicari banyak orang, kemampuan editing video, public speaking, Search Engine (SEO) Skill, serta kemampuan mengelola sosial media. Tanpa itu youtube yang kita kelola akan sulit berkembang.

Begitu juga dengan membangun Blog atau website dan mengandalkan Adsense dan Affiliate. Bagi para newbie, alih-alih meraih visitor dengan traffik tinggi, nulis dengan prinsip SEO on dan off page saja belum tentu bisa.

Lalu apa yang bisa dilakukan, salahsatu yang bisa dilakukan tanpa keahlian memadai adalah mengisi survey, tapi lagi-lagi anda akan butuh waktu yang sangat panjang, karena nilai satu survey saat ini tidak terlalu besar.

Tapi lain cerita bila anda punya skill memadai, anda tidak hanya membangun kerajaan digital anda sendiri, anda bahkan bisa berbagi skill dengan orang lain dan berbayar. Atau menaruh CV dan skill anda untuk dipasarkan dalam platform Freelance seperti Fiverr, Freelancer, dan sebagainya.

Lalu apa yang harus dilakukan bila tidak punya banyak skill memadai di dunia digital? Solusinya ya satu, terus belajar, baik ikut kursus online yang kini banyak tersedia bak jamur dimusim hujan.

Pemerintah dalam hal ini juga tidak tinggal diam, Kominfo misalnya, mereka telah beberapa kali mengadakan pelatihan yang dikenal dengan Digital Talent Scholarship, dan disini anda bisa mengikutinya tanpa biaya.

Pemerintah juga memberi bantuan berupa modal Prakerja untuk anda yang butuh skill, dan Pemerintah rela membayar untuk itu.

Kalau terus belajar, gimana income kami akan terpenuhi di rumah?

Nah disinilah fungsinya analog yang saya bilang tadi. Ada bisa mencari income tambahan dengan berjualan makanan, baju, atau apapun yang bisa dijual.

Bagi yang pandai bertani, bertanilah, yang pandai jualan ya jualan, yang pandi ngebengkel ya ngebengkel, ngejahit dan sebagainya. Intinya saat ini semua potensi yang dimiliki harus dikerahkan agar dapur tetap ngebul dan keluarga tetap bisa makan.

Hal paling penting lainnya dimasa sulit ini adalah bersabar. Bersabar untuk tidak membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu-perlu banget. Bersabat untuk tidak berwisata ke tempat-tempat favorit, lagian juga Covid. Bersabar untuk tidak memilih makanan-makanan mahal, atau yang sulit makan tiga kali sehari cobalah untuk puasa daud.

Cukuplah anak-anak yang tercukupi gizinya, orangtuanya bersabar dikit dan terus berusaha.

Ingatlah, selalu ada jalan keluar untuk orang-orang yang tawakal dan dekat dengan Allah. Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil. *

This website uses cookies.