Kembali Beraktifitas, Tambang Pasir di Waringinkurun Dipertanyakan Warga

Tambang Pasir
Kendaraan pengangkut keluar-masuk tambang pasir.

Warga Kampung Gulacir, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurun mempertanyakan soal beroperasinya kembali perusahaan tambang pasir padahal sudah ditutup.

Serang, BantenTribun.id -Setelah dilakukan penutupan sementara lantaran adanya dampak banjir yang merendam rumah warga di sekitar galian tambang pasir pada Rabu (25/4/2018)

Perusahaan galian pasir milik Dr. Haryono Obama yang terketak dikampung gulacir desa sukabares kabupaten Serang kembali beraktifitas dan membuat warga sekitar lokasi tambang resah serta mempertanyakan izin aktifitas tersebut.

Menurut keterangan Johan ketua RT 09 / 03 Kampung Gulacir Desa Sukabares Kecamatan Waringinkurun Kabupaten Serang mengatakan,Aktifitas perusahaan tambang pasir tersebut telah beroprasi kembali mulai tiga hari yang lalu.

” ya, ada tiga harian mah, operasi lagi, ada aktifitas lagi.” kata Johan,


Dirinya juga mempertanyakan kesepakatan yang telah dibuat bersama di kantor Kecamatan Waringinkurung yang melibatkan Polsek, Camat, Koramil, pihak Perusahan dan penggugat.

tambang pasir
akibat penambangan pasir


“Dalam kesepakan tersebut kami masih menunggu kesepakatan ulang untuk menyelesaikan beberapa point awal membuatkan akses jalan terhadap pengusaha kecil, dan menutup lokasi galian menggunakan pagar keamanan agar tidak terjadi korban warga terjatuh akibat curamnya lokasi galian yang dibuat. Selain itu, ada tanah warga yang diserobot perusahaan (tambang pasir) namun belum ada ganti rugi, serta tanah milik warga yang tidak dibeli namun diputus akses jalannya,” Jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini warga Kampung Gulacir menolak akan adanya aktifitas kembali dari perusahaan galian pasir untuk melakukan penambangan, Dikarenakan sudah melanggar kesepakatan yang dibuat serta menganggu aktifitas warga sehari-hari.

“Aktifitas ini jelas mengganggu, banyak tanah berjatuhan dari truk pengangkut bahan material, yang nantinya kering menjadi debu dan mengganggu pernafasan, atau menjadi jalan licin ketika hujan turun yang sudah tentu membahayakan para penggendara yang melintas, terutama roda dua,” pungkasnya. (Fz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.