Kecap, Saksi Bisu Akulturasi Budaya Cina Indonesia

Akulturasi Budaya Cina-Indonesia sudah terjadi sejak lama, buktinya bisa terlihat mulai dari arsitektur, interaksi masyarakat hingga bumbu dan penyedap masakan.

akulturasi budaya cina

BantenTribun.id- Sejarah tak bisa dipungkiri. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi tempat persinggahan bangsa-bangsa dunia sejak dulu. Ada yang berasimilasi dengan warga lokal, namun ada yang rakus lalu menjajah dan mengeruk kekayaan

Interaksi dengan berbagai bangsa, seperti Arab, Eropa dan Cina. Melahirkan berbagai akulturan budaya. Mulai dari arsitektur, pola hidup hingga makanan.

Salahsatu saksi bisu hasil akulturasi budaya yang bisa kita nikmati hingga kini adalah kecap.

Kecap merupakan bumbu dapur, saus penyedap makanan, kental dan berwarna kehitaman. Ada berbagai varian rasa, namun di Indonesia yang paling dikenal adalah kecap manis.

Kecap merupakan hasil akulturasi budaya Cina dan Indonesia. Penyedap ini memang berasal dari negeri Tirai Bambu. Orang Cina menyebut kecap dengan “ke ‘tsiap.” Namun karena pelafalan yang sulit. Orang Indonesia menyebut benda itu dengan Kecap.

Tak bisa dipungkiri, saat ini penyedap makanan itu akrab dengan lidah orang Indonesia.

Menu makanan seperti Nasi Goreng, Sate Ayam, Kambing dan Sapi, Gudeg hingga semur tak lengkap tanpa kecap.

Merk Kecap Legendaris

Sebelum hadir industri manufaktur yang memproduksi kecap dalam jumlah massal. Di negeri ini sudah hadir beberapa kecap legendaris yang sulit lepas dari lidah orang Indonesia.

Kecap Mirama misalnya. Kecap masyhur dari Semarang ini merupakan saksi sejarah di Kota itu.

Melirik sejarah, Kecap Mirama sudah di produksi sejak 1935. Kweek Siek Giem merpakan perintis. Kini produksinya sudah turun ke cucunya, Markus Djuli Purwanto.

Mirama bukanlah merk kecap pertama di Indonesia. Jauh sebelumnya, akulturasi budaya Cina Indonesia soal kecap sudah terjadi.

 

Selain Kecap Mirama dari Semarang. Ada kecap dengan merk Orang Jual Sate yang diproduksi di Probolinggo, Jawa Timur.

Adalah Ong Tjien Boen pendiri cikal bakal kecap itu di tahun 1889. Sebelum menjelma jadi Kecap Orang Jual Sate, Ong Tjien menamai kecapnya dengan merk Bintang Bidadari.

Usaha pun diteruskan anak-anaknya, dan pada tahun 1920, keturunan Ong Tjien Boen sudah sanggup memproduksi dua merk kecap. Bintang Bidadari dan Cap Macan. Seiring perkembangan kini kecap itu menjelma dengan brand Kecap Orang Jual Sate.

Kecap dan Akulturasi Budaya Cina di Tangerang

Banten, tepatnya Tangerang rupanya diklaim menjadi pabrik kecap tertua di Indonesia. Ada akulturasi budaya Cina di kota ini.

Bagi generasi 90 an kebawah. Lidah orang Banten, termasuk warga Pandeglang pasti sudah akrab dengan Kecap Benteng.

Dilansir dari Kompas, Merk Kecap Benteng diklaim menjadi Kecap Tertua di Indonesia yang dirintis oleh Teng Hay Soey di tahun 1882.

Kecap ini dianggap punya rasa yang khas, legit dan kental. Kini keturunan Teng Hay Soey mengunakan merk Cap Istana.

Tangerang dan Kecap memang sulit dipisahkan. Sebab selain Kecap Benten, dua kecap lain yakni Kecap Bango dan Siong Hin juga berawal di kota ini. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.