Kapolres Pandeglang : Isu Hoax Sama Kejamnya Seperti Narkoba

 

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono meminta agar para peserta yang hadir dalam peringatan HUT Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono meminta agar para peserta yang hadir dalam peringatan HUT Yayasan Kemala Bhayangkari untuk ikut memerangi Hoax dan Narkoba, Sabtu,10/3, di Aula Divia Cita Polres Pandeglang.(foto-NG-BantenTribun)

Menyebarkan isu hoax, sangat kejam, dan sama saja dengan bahaya narkoba. Kapolres Pandeglang meminta semua element memerangi hoax dan narkoba tersebut. Pengedar narkoba sebaiknya segera dihukum mati dan tidak diulur-ulur waktu, karena bisa dijadikan ladang duit bagi oknum tertentu.

Pandeglang, BantenTribun.id – Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono meminta agar para peserta yang hadir dalam peringatan HUT  Yayasan Kemala Bhayangkari, dapat memerangi peredaran narkoba dan informasi hoax yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres, saat memperingati Hari Ulang Tahun Ke 38 Yayasan Kemala Bhayangkari, dan menggelar “Sosialisasi Anti Narkoba dan Deklarasi Anti Hoax” kepada pelajar dan ibu Bhayangkari di Aula Divia Cita Polres Pandeglang, Sabtu (10/3/2018).

Dalam acara yang dihadiri oleh 100 peserta tersebut, AKBP Indra Lutrianto Amstono meminta agar para peserta yang hadir dapat memerangi peredaran narkoba dan informasi hoax yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Harus terjun langsung perangi narkoba dan informasi hoax,” kata Indra.

Mantan Kapolres Soppeng itu juga meminta agar masyarakat lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Isu Hoax sama seperti narkoba sangat kejam, jadi tolong diantisipasi dan dicerna terlebih dahulu kebenaran informasi yang kita dapat,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Propinsi Banten, Letkol Inf Sugino mengatakan, modus operandi yang dilakukan para pengedar narkoba saat ini sudah bermacam-macam, salah satunya dengan memasukkan sabu pada permen yang dijual pada anak-anak.

“Jangan mau anak-anak kita diberikan permen dari orang yang tidak dikenal karena pengedar melakukan cara apa saja, salah satunya permen yang mengandung sabu,” pintanya.

Sugino juga berharap agar pemerintah langsung menghukum mati para pengedar tanpa mengulur-ulur waktu eksekusi, karena ditakutkan jika waktunya diulur-ulur malah menjadi ladang uang bagi oknum tertentu.

“Harus dihukum mati secara cepat agar jangan dijadikan ATM oleh oknum tertentu,” tegasnya (NG/kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.