Kajari Pandeglang Lakukan Rotasi dan Mutasi Pejabat di Saat Kasus P3T Memanas

Kajari Pandeglang, Nina Kartini, melakukan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Kejari, Kamis(15/3), ditengah kasus P3T yang mulai memanas.(foto-NG)
Kajari Pandeglang, Nina Kartini, melakukan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Kejari, Kamis(15/3), ditengah kasus P3T yang mulai memanas.(foto-NG)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang, Nina Kartini, melakukan rotasi dan mutasi pejabat dilingkungan Kejari, Kamis,(15/3).Rotasi ini menimbulkan tandatanya, ditengah penyidikan kasus korupsi Program Pembangunan Insfrastruktur Pedesaan Tertinggal (P3T) yang mulai memanas.

Pandeglang, BantenTribun.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah pejabatnya, Kamis (15/3/2018).

Posisi yang dirotasi meliputi Kepala Sub Bagian Pembinaan, Kepala Seksi Intelejen, Kepala Seksi Tindak Pidana Hukum, dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara.

Rotasi mutasi ini menimbulkan tanda tanya. Pasalnya disaat bersamaan, Kejari Pandeglang tengah menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di Pandeglang, salah satunya kasus korupsi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Tertinggal (P3T) yang diduga melibatkan sejumlah nama dari kalangan legislatif.

Namun Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini menjelaskan bahwa rotasi mutasi ini tidak ada kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani Kejari.

“Rotasi ini bukan evaluasi kinerja, tetapi lebih kepada peningkatan karir. Karena jika tidak, karir mereka (pejabat yang dilantik) tidak akan meningkat. Dengan adanya rolling ini, untuk menambah karir mereka,” katanya.

Meski masuk pejabat baru, menurut Nina, tidak menurunkan semangat Kejari untuk menuntaskan perkara yang ditangani saat ini. Bahkan ia menekankan kepada pejabat barunya, untuk tetap mengusut semua kasus yang ada di Kejari sesuai dengan ketentuan.

“Tenutnya pejabat baru harus menggantikan tugas seksi yang lama. Tentu kami memberi arahan dan bimbingan kepada pejabat baru agar pekerjaan lama tidak didiamkan,” jelasnya.

Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi Kejari Pandeglang, Nina menyebutkab bahwa rotasi mutasi ini juga merupakan amanat dari Peraturan Jaksa Agung Nomor 006 Tahun 2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan RI. Salah satu yang diamanatkan oleh Kejagung, yakni menghidupkan kembali posisi Kepala Sub Seksi Penyidikan, sehingga rotasi dan mutasi serupa juga terjadi di seluruh Indonesia.

“Dengan adanya Kasubsi Penyidikan itu, kami harap bisa membantu jaksa penyidik untuk lebih optimal dalam menyelesaikan semua perkara yang ada,” tutupnya.

Adapun posisi yang mengalami rotasi mutasi yakni Kepala Sub Bagian Pembinaan, yang beralih dari dari Dilam Afandi ke Enny Nuraeni. Lalu jabatan Kepala Seksi Intelejen, yang sebelumnya diemban Edius Manan, kini diamanatkan kepada Ate Quesyini Ilyas. Sedangkan Fauzul Ma’ruf yang semula mengisi jabatan sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Hukum, digantikan Muhamad Umar Ubaidillah.

Begitu juga dengan jabatan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, yang bergeser dari Lukman Harun Biya ke Triyana Setia Putra. Sementara jabatan baru di Kejari Pandeglang, Kepala Sub Seksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus, dijabat oleh Adib Fachri Dilli. (NG/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.