Kades Sindanglaut Bertindak Arogan dan Langgar Aturan

Pengucapan sumpah jabatan kades, saatPelantikan 108 kades terpilih secara serentak, 23/1 lalu, di Pendopo Pandeglang.
Pengucapan sumpah jabatan kades, saat pelantikan 108 kades terpilih, secara serentak, (23/1) lalu, di Pendopo Pandeglang.

Kepala Desa Sindanglaut,Kecamatan Carita, Atang, yang sudah memecat 6 perangkat desa sekaligus,Selasa(6/2) lalu, dinilai melanggar aturan dan bertindak arogan.Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengaku sangat kecewa, karena instruksinya  tidak diindahkan. DPMPD juga  dianggap kurang masif mensosialisasikan larangan perombakan aparatur desa tanpa alasan.

Pandeglang, BantenTribun.id  –Atang, Kepala Desa (Kades) Sindanglaut, Kecamatan Carita  Kabupaten Pandeglang, yang sudah melakukan tindakan pemecatan terhadap 6 perangkat desanya,  membuat Bupati Pandeglang, Irna Narulita sangat kecewa. Tindakan pemecatan semua aparatur desa tersebut merupakan sikap arogansi kades, dan  sudah tidak mengindahkan instruksi Bupati Pandeglang.

Bupati Irna Narulita mengatakan, tindakan pemecatan terhadap semua perangkat Desa Sindanglaut oleh  Kades Atang,  sudah menyalahi aturan. Padahal aparatur desa telah dilindungi oleh Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, tentang perubahan perangkat desa dan Perbup Nomor 81 Tahun 2016 tentang perangkat desa, yang melarang seorang kades memberhentikan atau merombak struktur perangkat desa tanpa alasan yang jelas.

“Munculnya kasus itu disebabkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) yang tidak masif menyampaikan instruksi larangan perombakan aparatur desa kepada semua Kades,” ungkap Irna, usai melakukan Kunjungan kerja  di Kecamatan Kaduhejo,
Kamis (8/2/18).

Irna, meminta DPMPD  segera  turun langsung untuk menyelesaikan hal itu.

“Harus mengedepankan sisi keadilan, DPMPD juga harus segera melaksanakan Bimtek untuk para kades, ” tegasnya.

Aktivis Kompast, Novan Hidayat mengatakan, tindakan Kades Sindanglaut yang memecat perangkat desa secara massal, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Alasan kades karena adanya desakan warganya, juga tidak dapat diterima.

“Masak kades dengan mudahnya memenuhi permintaan sekolompok warganya agar para perangkat desa dipecat. Apalagi diketahui kelompok yang memprotes tersebut dulunya timses kades. Jadi ada dugaan ini sekedar alasan agar perangkat desa diisi sama kroni-kroninya,” kata Novan, kepada Banten Tribun, Kamis(8/2).

Kepala DPMPD Pandeglang, Taufik Hidayat mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Sindanglaut, tersebut. Bahkan Kepala Desa Sindanglaut telah melanggar aturan yang ada, karena menurutnya pengangkatan ataupun pemberhentian aparatur desa tersebut telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2016 tentang Aparatur Desa.

“Aparatur Desa itu dilindungi oleh Perbup Nomor 81 Tahun 2016, disana sudah jelas ketentuan pemberhentian dan pengangkatan Aparatur Desa, Jadi Kades tidak bisa semena-mena memberhentikan,” tuturnya

Taufik Hidayat berjanji akan segera memanggil Kades Sindanglaut tersebut.

“Nanti besok  kami akan panggil kepala desanya,” lanjut Taufik. (kuy/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.