Kabupaten Pandeglang Jalan Ditempat?

 

M. Ogi Nugraha

Oleh : Muhamad Ogi Nugraha

Melihat dan memahami Kabupaten Pandeglang dewasa kini tidak bisa dilihat secara parsial, karena Kabupaten Pandeglang merupakan sejarah panjang yang telah berusia lebih dari 140 tahun.

Jika kita tarik ke era orde baru, maka pada waktu itu Pandeglang masih menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat dengan sistem pemerintahan yang sentralistik, dan menempatkan pandeglang dan lebak menjadi dua daerah tertinggal dengan urutan paling bawah dari sekitar 30 kabupaten/kota pada waktu itu.

Kemudian sejarah berlanjut di era reformasi, sekitar tahun 2000 tepatnya bulan oktober, Banten melepaskan diri dari Jawa Barat dengan argumen yang sangat kuat bahwa Pandeglang dan Lebak sangat sulit untuk melepaskan diri sebagai daerah tertinggal jika masih bergabung dengan Jawa Barat.

Maka melalui undang-undang nomor 23 tahun 2000 tentang pembentukan Propinsi Banten, kemudian Banten disahkan menjadi sebuah propinsi dan Kabupaten Pandeglang sebagai bagian integral didalamnya.

Di era reformasi inilah kemudian Pandeglang baru diberikan “ruang lebih” untuk mengekspresikan dirinya berjuang mengejar ketertinggalan dari kabupaten lainnya di Indonesia.

Dari semenjak kepemimpinan Bupati Dimyati Natakusumah, Erwan Kurtubi sampai dengan Irna Narulita, Pandeglang sedikit demi sedikit, dengan segala keterbatasannya, baik dari segi sumber daya manusia maupun fiskal, terus bergerak membangun seraya menemukan pola pembangunan yang simetris dengan kearifan local, namun dapat menjangkau era modernisasi dan globalisasi yang kini menjadi mainstream pola pembangunan di negara manapun.

Tentu ini bukan hal yang mudah, mengingat kultur masyarakat Pandeglang pada umumnya masih berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren yang tradisional.

Segala bentuk pembangunan yang dilaksanakan harus sangat hati-hati sehingga tidak merusak tatanan sosial budaya lokal yang telah eksis lebih dahulu.

Jika pada tahun 2000 awal, pola pembangunan masih melakukan metamorphosis, maka di era pembangunan sekarang (2016-sekarang), Pandeglang sudah mulai menemukan pola yang baku dalam pembangunan. Artinya komunikasi telah terjalin dengan baik antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan semua stakeholders yang terlibat dalam pembangunan.

Semakin membaiknya pembangunan di Pandeglang dapat dilihat dari berbagai prestasi didalamnya. Dan yang paling fenomenal tentunya kini (semenjak tahun 2019) Kabupaten Pandeglang bukan lagi sebagai daerah tertinggal (underdeveloped region), melainkan meningkat status sebagai developing region (daerah berkembang).

Stigma sebagai daerah tertinggal sudah melekat dengan Kabupaten Pandeglang selama puluhan tahun semenjak bergabung dengan Jawa Barat.

Peningkatan status ini sebenarnya telah menjelaskan semuanya kepada khalayak sebagai penalaran deduktif yang didalamnya terdapat satuan premis-premis yang mendukung kenapa pada akhirnya Pandeglang menjadi daerah berkembang, atau dengan kata lain ketika Pandeglang mengalami peningkatan status, maka indikator kinerja didalamnya bekerja dengan sangat baik.

Jika indikator kinerja tidak pernah bekerja dengan baik, maka pembangunan juga tidak akan pernah bergerak maju, melainkan statis atau bahkan mengalami kemunduran.

Penilaian peningkatan status ini merupakan kewenangan dari pemerintah pusat melalui kementrian daerah tertinggal yang bekerja dengan sangat objektif tentunya dalam menilai suatu daerah.

Ini artinya bahwa pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi berjalan dengan sangat baik sesuai dengan haluan pembangunan yang telah ditetapkan baik pada level pemerintah pusat, propinsi maupun Kabupaten Pandeglang itu sendiri.

Mungkin yang perlu dijawab adalah ketika melihat fakta empirik di masyarakat bahwa masih ada jalan yang rusak, sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan masih belum memadai atau hal-hal lainnya yang sekiranya masih belum sesuai dengan harapan masyarakat yang sifatnya subjektif.

Dikatakan subjektif karena memang ada sebagian masyarakata lainnya yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah daerah.

Maka ini semua dikembalikan pada prioritas pembangunan sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjang, dimana didalamnya menguraikan dengan sangat detail apa saja yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam pembangunan disesuaikan dengan kapasitas fiskal yang tersedia dalam kurun waktu tertentu.

Yang perlu diamati adalah bahwa kapasitas fiskal Kabupaten Pandeglang sangat kecil dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai satu jiwa lebih.

Pada tahap ini, perencanaan harus benar-benar cermat dalam mengelola fiskal,  kemudian muncul prioritas pembangunan daerah yang tidak akan mungkin mengakomodir keseluruhan pembangunan dalam satu waktu tertentu melainkan secara bertahap.

Sedikit demi sedikit, yang pada ujungnya pembangunan tentu akan menyentuh semua wilayah dan masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Signifikan merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan kinerja pembangunan daerah selama jangka waktu tertentu. Untuk mencapai kata signifikan tentu harus dilakukan pembuktian secara ilmiah dengan metode ilmiah yang telah diakui secara akademis.

Signifikan akan sangat berguna sebagai bahan evaluasi pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini sehingga akan lebih tepat dan terukur ditengah keterbatasan fiskal, sehingga uang yang tersedia akan efektif dalam pembiayaan pembangunan.

Pencapaian Kabupaten Pandeglang sebagai developing region merupakan gambaran umum bahwa signifikansi telah bekerja dengan sangat baik selama kurun waktu 19 tahun, hanya tinggal melihat premis-premis apa saja yang selama ini perlu diperbaiki kekurangannya secara bersama-sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, press dan berbagai unsur stakeholder didalamnya.

Sekarang merupakan eranya reinventing government, bahwa roles tidak semata-mata milik pemerintah melainkan semua unsur pemangku kepentingan guna mewujudkan pandeglang yang lebih baik dimasa yang akan datang.*(Penulis bekerja sebagai ASN di Bappeda Kab.Pandeglang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.