Kabar 18 Juni SD Masuk Sekolah yang Bikin Emak-emak Resah, Disdikbud Pandeglang Klarifikasi

 

kadisdikbud Pandeglang, Taufik Hidayat (foto-BantenTribun)

Emak-emak Pandeglang merasa resah dengan  kabar yang beredar di medsos. Mereka mengaku khawatir jika kabar itu benar tanggal 18 Juni ini siswa SD mulai masuk dan langsung mengikuti UAS meskipun dengan protocol kesehatan dan pemberlakuan pysikal distancing. Kepala Disdikbud Pandeglang memberi klarifikasi terkait kabar tak benar itu.

Pandeglang,BantenTribun.id– Jagad media sosial  Emak-emak diramaikan dengan beredarnya kabar jika siswa SD di Pandeglang mulai masuk sekolah pada  tanggal 18 Juni ini dan langsung mengikuti UAS. Mereka merasa sangat khawatir dan resah dengan kebijakan ini jika kabar itu benar, meskipun dilakukan dengan protocol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Taufik Hidayat, memastikan kabar itu tidak benar dan meminta orangtua siswa tidak perlu resah. Ia juga mengingatkan orangtua untuk menggunakan saluran informasi yang benar dari Disdikbud.

Menurut Taufik, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kepastian atau pemberitahuan resmi dari pemerintah melalui Kemendiknas kapan dimulainya masuk sekolah di berbagai tingkatan atau jenjang pendidikan. Ini artinya, siswa masih tetap belajar dirumah, belajar  melalui daring atau saluran belajar melalui siaran televisi.

Namun demikian, ia juga mengingatkan pihak sekolah agar mempersiapkan diri dengan sarana protocol kesehatan untuk persiapan berlakunya New Normal di sector Pendidikan.

“Sekolah harus bersiap menyambut berlakunya tatanan New Normal. Jika sebelumnya mengabaikan kebersihan, maka pada saat masuk fase itu berarti sekolah harus menyiapkan sarana seperti ketersediaan air untuk cuci tangan siswa, hand sanitizer, juga masker,” jelas Taufik kepada BantenTribun, Rabu, 3 Juni 2020.

Jika pada saat dimulainya kegiatan belajar mengajar nanti,   masih kata Taufik, ditemukan sekolah yang mengabaikan protocol kesehatan seperti tidak menyediakan masker dan lainnya, pihaknya pasti  bertindak tegas memberikan teguran atau sangsi.

“Tidak ada alasan sekolah tidak punya anggaran. Dana BOS bisa digunakan untuk itu sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah,”tegasnya.

Kadisdikbud juga menyampaikan wacana tidak tertutup kemungkinan jam belajar siswa akan dipersingkat dan dibuat bergelombang untuk penerapan pysikal distancing.

“Tapi ini masih wacana,  masih dikaji. Jika harus diterapkan, terpaksa siswa belajar secara bergantian karena tempat duduk siswa dalam kelas dibuat jarak,”

 

Sebelumnya, kabar di jagad medsos yang membuat  emak-emak resah, karena menganggap masuknya kegiatan sekolah pada pertengahan juni dianggap tidak tepat dalam situasi seperti sekarang. Penerapan protocol kesehatan dengan penerapan psikal distancing, dinilai masih sulit dilakukan dikalangan siswa SD. Penggunaan masker, masih dikhawatirkan orangtua siswa karena kebiasaan anak yang belum paham.

“Jangan-jangan nanti mereka tukeran masker karena gambarnya berbeda,” tulis salah satu orangtua siswa yang mengungkapkan keresahannya, yang diterima BantenTribun*. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.