Jumlah Rumah di “Baduy Dalam” Selalu 40 adalah Keliru Besar

 

Warga Baduy dalam sedang melintasi sebuah kampung di Baduy Luar (foto-Nurhaipin-BantenTribun)

Anggapan jumlah rumah masyrakat adat di Baduy Dalam selalu 40, adalah sebuah kekeliruan besar. Dalam ajaran Sunda Wiwitan, Masyarakat Baduy tidak ada pembatasan. “Baduy 40”dinilai sebuah kebohongan dan sebuah anasir secara sepihak yang seharusnya tidak lagi disebarluaskan.

Pandeglang,BantenTribun.id-Munculnya anggapan jika jumlah rumah di dalam masyarakat adat “Baduy Dalam” selalu berjumlah 40, dianggap kekeliruan besar, yang tidak perlu disebarluaskan karena mengandung kebohongan informasi.

Informasi yang menyebut Baduy Dalam selalu 40, merupakan kekeliruan yang tidak dapat dibenarkan, karena dalam ajaran “Sunda Wiwitan” masyarakat adat Baduy nyatanya tidak mengenal adanya pembatasan.

“Informasi Baduy 40 adalah Anasir atau pendapat penulis dari hasil peneletiannya secara sepihak, dan tidak melihat fakta sesungguhnya dilapangan.  Juga tidak mempelajari secara seksama kaidah hukum adat Sunda Wiwitan yang mereka anut,” kata Ahmad Yani, penulis buku etnografi Baduy, kepada BantenTribun, Jumat, 26 juni 2020.

Ahmad Yani juga mengharapkan informasi tersebut seharusnya tidak lagi disebarluaskan, karena mengandung kekeliruan bahkan kebohongan.

Menurutnya, informasi keliru terkait “Baduy 40” tersebut  mulai muncul sekitar  tahun 1987-an yang berawal dari salah satu penulis buku tentang Baduy, yang kemudian banyak di kutip oleh penulis lainnya tanpa uji lapangan dan kajian terhadap ajaran Sunda wiwitan masyarakat Baduy itu sendiri.

“Munculnya anggapan tentang jumlah rumah Baduy Dalam selalu 40, kalau tidak salah dimulai sekitar tahun 1987. Berawal dari penulis buku yang kemudian banyak dikutip penulis lain. Mulai sekarang sebaiknya stop informasi kekeliruan tersebut karena mengandung kebohongan,” terang Ahmad Yani, yang juga seorang Auditor di Inspektorat  Provinsi Banten.

Perempuan Baduy Dalam melewati perkampungan Baduy Luar.(foto-Nurhaipin-BantenTribun)

Adanya anggapan rumah Baduy Dalam selalu 40, juga dibantah oleh Mang Ripin, salah satu penulis cerpen dalam Buku “Peti Mayat Koruptor” terbitan Gong Publishing.

Menurutnya, selama menjadi Tour Guide ke Baduy, memang masih ada yang menanyakan tentang kebenaran jumlah rumah Baduy itu.

“Yang pasti, jumlah kampung di Baduy Dalam cuma ada 3  yakni Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Masing-masing kampung  memiliki seorang Puun. Jadi  di Baduy Dalam cuma ada 3 Puun. Kalau info jumlah 40 rumah itu salah,” terang Mang Ripin, melalui pesan WatsApp, Kepada BantenTribun Jumat (26/6/20).

Jarak antar kampung di Baduy Dalam, masih kata Ripin,  bisa memakan waktu tempuh 2 sampai 3 jam berjalan kaki, dengan kondisi infrastruktur jalan setapak yang masih beralas tanah.

“Kalau di Baduy Luar sebagian jalan sudah dilapis bebatuan. Rumah di Baduy Dalam tidak boleh difoto,” imbuhnya.

Kedua penulis tersebut menyampaikan jika jumlah rumah di Baduy Dalam saat ini  lebih dari 80 rumah, dengan jumlah penduduk sekitar 1600-an jiwa.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.