Jumlah Kunjungan Wisman Ke Indonesia Makin ‘Anjlok’

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia makin ‘anjlok’ hal itu ditengarai karena masih terjadinya pandemi covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia sebagai destinasi.

kunjungan wisman ke indonesia
kunjungan wisman ke indonesia. Ilustrasi Pexels

BantenTribun.id- Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak akibat pagebluk virus corona. Meski pemerintah terus mengupayakan berbagai cara untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan, faktanya jumlah pelancong khususunya wisatawan mancanegara (Wisman) mengalami penurunan drastis.

Data Badan Pusat Statistik menunjuk Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia menurun hingga 88.82 persen (year on year) atau dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Bila dibanding Bulan Mei 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juni juga tetap turun sebesar 2.06 persen.

Selanjutnya, secara kumulatif, jumah kunjuganan wisman ke Indonesia dari Januari  sampai dengan Juni juga turun 59.96 persen. Penurunan ini menjadi yang terparah, sebab jika dibanding tahun lalu, jumah kunjungan tahun ini tak sampai setengahnya.

Semester 1 tahun 2020 juga menjadi yang terburuk dalam 5 tahun kunjungan Wisman ke Indonesia. Jumlah 3,089,659 turis yang melancong ke Indonesia bahkan jauh dibanding kunjungan wisman 5 tahun lalu yang hampir mencapai 5 juta pelancong.

Penurunan Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia juga berdampak pada tingkat hunian kamar hotel.

BPS melaporkan tingkat hunian kamar hotel turun 32.57 poin dibanding tahun bulan yang sama tahun lalu, meski dibandingkan bulan lalu, ada sedikit bernapas karena naik 5.25 poin.

Kunjungan Wisman Ke Indonesia Menurun, Apa Upaya Kemenparekraf

Pandemi menjadi alasan utama terpuruknya industri pariwisata termasuk menurunnya kunjungan wisman ke Indonesia.

Kemenparekraf sebagai lembaga Kementerian yang juga stakeholder vital di sektor ini telah melakukan banyak program untuk memulihkan pariwisata nasional, dan membangun kepercayaan wisman.

rogram Cleanliness, Health, Safety and Environtmental Sustainability (CHSE) menjadi satu program andalan dan sudah disosialisasikan pada berbagai destinasi wisata nasional yang strategis.

CHSE diharap dapat mempercepat pemulihan destinasi wisata di tengah pandemi Covid-19, dan membangun kepercayaan wisman untuk datang kembali ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.

“Semua elemen harus bersatu dalam memberikan jaminan kenyamanan menyeluruh, unsur kebersihan, kesehatan, keamanan harus terpenuhi di destinasi,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari dalam rilis resmi kementerian tersebut.

Meski begitu, tetap saja, pandemi yang terjadi dibanyak negara masih menyulitkan mereka untuk datang dan menikmati keindahan wisata Indonesia.

Namun bila CHSE benar-benar diterapkan, setidaknya kulitas dan tingkat kepercayaan wisman akan meningkat. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.