Jelang Tahun Baru 2021 Tahu-Tempe Bakal Hilang Dipasaran, Ini Penyebabnya

 

Solihin, salah satu pedagang tahu di Pasar Pandeglang, mengaku soto jualan mulai jumat akibat protes produsen tahu-tempe, (foto-BantenTribun)

Menjelang tahun baru 2021, penggemar tahu dan tempe bakal puasa selama 3 hari. Sebab, komoditas ini akan hilang di pasaran. Ribuan pengusaha tahu dan tempe melakukan aksi mogok produksi secara masal akibat harga kedelai yang terus meroket.

BantenTribun.id- Ribuan pengusaha tahu dan tempe yang tergabung dalam wadah Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia (SPTI), Industri Kecil Menengah (IKM), Sahabat Pengrajin Tempe (SPT) dan juga Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Kopti), melakukan protes secara massal dengan menyetop produksi, mulai besok, Kamis, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021.

Dengan demikian, tahu tempe bakal hilang dan sulit ditemukan di pasaran Jakarta, Bandung,  Banten dan wilayah lainnya.

Protes mogok produksi ini dilakukan akibat harga kedelai sebagai bahan utama produksi tahu-tempe terus mengalami kenaikan dan dianggap sudah melampaui batas kewajaran, Pemerintah  pun diminta turun tangan untuk membantu menekan dan menstabilkan harga kedelai.

“ Ya, mulai Kamis besok hingga 2 Januari, pengusaha yang tergabung dalam SPTI kompak melakukan aksi mogok produksi tahu secara massal akibat harga kedelai yang terus meroket. Kenaikan harga kedelai sejak 2 bulan lalu itu dinilai sudah diluar batas kewajaran,” jelas Haji Winaroh, Sekjen SPTI Tangerang, kepada BantenTribun, Rabu (30/12/20).

Menurut Winaroh, harga kedelai saat ini berkisar Rp 9000- Rp 10.000 per kilo. Harga ini mengalami kenaikan sejak 2 bulan lalu dari harga Rp 7000-Rp 8.500 per kilogram.

“Kenaikan ini dianggap melampaui batas kewajaran, karena kurs dolar relative stabil. Pemerintah diharapkan bisa menekan dan menstabilkan harga kedelai, agar pengusaha tahu dan tempe tidak gulung tikar. Apalagi dimasa pandemic ini daya beli masyarakat juga menurun,” terang Winaroh.

Winaroh menjelaskan lebih lanjut, jika harga kembali seperti semula, harga jual tahu tempe juga akan kembali normal seperti sebelumnya.

“Mulai 3 Januari harga jual tahu dan tempe juga terpaksa disesuaikan. Kami sudah mengeluarkan himbauan sesuai hasil musyawarah anggota, sekitar 200 pengusaha yang ada di Tangerang Raya,” tegasnya.

“Betul, kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk anggota agar mogok prouksi secara massal mulai besok,” imbuh Hasan, staff SPTI.

Senada dengan Winaroh, Sekretaris Kopti Kota Serang, Ojang Yohana, juga membenarkan jika IKM, wadah pengusaha tahu dan tempe Kota dan Kabupaten Serang, bakal mogok produksi secara serentak mulai besok.

“Jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kota dan Kabupaten Serang yang tercatat sekitar 500 orang, setop produksi mulai besok sebagai bentuk protes,” kata Ojang Yohana.

 

Protes dengan stop produksi, kata Ojang, juga dilakukan di wilayah Jakarta dan Bandung secara bersama.

“Namun untuk tempe mungkin masih bisa ditemukan dipasaran sedikit, karena pruduksi tempe perlu waktu 3 hari-an. Jadi tidak bisa mendadak seperti tahu,” jelas Ojang.

Bakal hilang sudah diketahui bedan sulitnya tahu tempe menjelang tahun baru, juga para pedagang di semua wilayah.

“Bener, mulai besok Jumat pastinya tahu tidak ada kiriman dari produsen. Kalau besok mungkin masih ada sedikit, “kata Solihin, pedagang tahu di Pasar Badak Pandeglang.

Menurutnya, harga tahu dan tempe akan mengalami kenaikan sesudah tahun baru nanti. “ Contohnya tahu bandung akan mengalami kenaikan, begitu juga tahu super jumbo atau biasa, akan naik sekitar Rp500 per cetakan,” terang Solihin.

“Selama libur kami tidak punya penghasilan, apalagi program bantuan UMKM juga nggak dapte,” tambah Juju, pedagang tahu tempe di Pasar Pandeglang.

“ Waduh, bakalan makan sama ikan asin nih tahun baruan, “komentar Purnomo, warga Kampung Nagara, Kelurahan Kadumerak Kecamatan Karangtanjung Pandeglang.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.