Jaro Saijah Saba Kota, dengan Pakaian Khas Baduy dan Face Shield

Pemandangan tak biasa terlihat dari Jaro Saijah, Jaro pamarentah di Kanekes (Baduy) saat bertandang ke Kota Serang untuk menemui anggota DPR Pusat, Senin kemarin. Dengan pakaian khas Baduy yang sederhana, namun kali ini Jaro Saijah melengkapi dengan alat pelindung diri berupa face shield dan sandal jepit.

pakaian khas baduy dan face shield
jaro saijah saba kota, dengan pakaian khas baduy dan face shield (foto-Nur.H/BantenTribun)

Serang,BantenTribun.id-Pemandangan tak biasa Jaro Saijah saat bertandang ke Kota Serang untuk menemui salah satu anggota DPR Pusat pada Senin,10 Agustus 2020 kemarin, ternyata untuk membahas terkait polemik yang terjadi Baduy dan pernah ramai di media.

Jaro Saijah, selaku Jaro Pamarentah di Kanekes atau Baduy, sengaja datang ke Kota Serang menemui Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, anggota komisi 3 DPR RI dari fraksi partai Golkar.

Kedatangan Jaro Saijah menemui Adde Rosi, sebagai wakil dari Dapil Banten Selatan ini, ternyata untuk klarifikasi persoalan Baduy yang sempat ramai di media massa. Jaro menanyakan apa dan bagaimana kebenaran masalah itu, serta menanyakan solusi penyelesaian yang ditempuh.

Meskipun kedatangannya untuk menemui pihak elite, Jaro tetap menggunakan pakaian khas Baduy yang sangat sederhana, sebagaimana yang biasa ia gunakan di kampungnya.

Bedanya, kali ini ia menggunakan sandal jepit untuk menghindari panasnya aspal jalan.

Selain itu, Jaro Saijah juga nampak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa   face Shield. Ini tak lain sebagai aturan tertib masyarakat untuk menghindari paparan covid-19.

Cara berpakaiannya yang simple, menunjukkan sebuah budaya Egaliter atau kesetaraan, tak pandang status sosial, meskipun ia sebagai pemegang jabatan setingkat Kades atau Lurah.

Ini juga berlaku di wilayah desanya, dimana antara pejabat dan warganya tak ada sekat, baik dalam kehidupan sosial maupun bermasyarakat sehari-hari.

Soal pelindung wajah, ini adalah proteksi terhadap ancaman wabah covid-19 yang jumlah paparannya sampai hari ini masih cukup mengkhawatirkan.

Caranya ini menunjukkan sebuah sikap tertib dan teratur sebagaimana sikap warga Baduy pada umumnya.

Air dan hand sanitizer, disediakan warga Baduy sebelum masuk perkampungan (foto Nur.H/BantenTribun)

Apakah kita sebagai warga kota juga menggunakan masker atau pelindung wajah saat Saba ke Baduy di tengah wabah seperti saat ini?.

Bisa jadi, kita kalah tertib dengan mereka, dengan masyarakat Kanekes atau Baduy yang kadang dianggap ada dan tiada.

Saba kota Jaro Saijah ini sudah diunggah oleh akun facebook Arifin Noer la Galigo.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.