Jadi Bahan Pembuat Susu Dan Kecap, Ini Manfaat Kecipir Untuk Kesehatan

Manfaat Kecipir untuk kesehatan sangat banyak. Sayuran yang di Pandeglang disebut zaat dan biasa di urab dan jadi lalaban ini bahkan bisa jadi baham pembuat susu dan kedelai

manfaat kecipir
Kecipir. Foto: Common Wikipedia

BantenTribun.id- Kecipir atau Zaat (Pandeglang) merupakan sayuran yang sudah jarang ditemukan saat ini. Di Pandeglang, biasanya sayur ini dijadikan lalapan atau urab.

Faktanya, tanaman bernama latin Phosphocarpus tetragonolobus ini, ternyata memiliki manfaat lebih. Bijinya bahkan bisa menjadi bahan untuk membuat susu, hingga kecap. Berikut penjelasannya.

Habitus

Beberapa literatur mencatat. Kecipir berasal dari daerah Asia Selatan seperti India, dan Bangladesh. Namun sebagai menyebut tanaman dari keluarga kacang-kacangan ini juga ditemukan di Papua Nugini, Mauritius hingga Madagaskar.

Sebagai sumberdaya genetik. Kecipir ternyata banyak tumbuh di Indonesia, dan Papua Nugini. Meski begitu tanaman ini juga tumbuh di negara asia lainnya. Seperti Myanmar, Malasia, Thailand, Laos, Kamboja hingga Filipina.

Tanaman yang dulu sering dibudidayakan di halaman rumah, hingga tegalan sawah ini ternyata mamp tumbuh pada ketinggian 50-1200 mdpl.

Ia akan tumbuh optimal ada suhu 19-30 derajat celcius dengan kelembabab (RH) 58-93 persen.

Kecipir sangat suka dengan jenis tanah yang gembur, lempung berpasir, serta drainiase yang baik dengan derajat keasaman normal.

Morfologi

Bagi yang belum tahu dengan tanaman sayuran satu ini. Kecipir mempunyai ciri akar tunggang dengan akar lateral yang panjang dan menebal.

Seperti halnya famili kacang-kacangan lain. Akar tanaman ini bisa membentuk umbi dan mampu mengikat nitrogen. Sehingga akan ada residu nitrogen yang mampu menyuburkan tanah.

Sebagai unsur makro, Nitrogen sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, khususnya di masa vegetatif.

Ciri tanaman kecipir lainnya adalah ada pada batangnya yang berwarna hijau berkayu. Bentuknya silindris dengan panjang bisa mencapai sekitar 4 meter.

Kemudian daunnya. Tanaman ini mempunya daun majemuk berbentuk segitiga. Warnanya hijau. Panjangnya mencapai 7-8.5 cm, dengan tulang daun menyirip dan ujung menebal.

Manfaat Kecipir

Dalam buku Sayuran Lokal Indonesia yang ditulis oleh Dawam Maghfoer, Kartika Yurlisa, Nurul Aini dan Wiwin Dwi Yamika. Kecipir merupakan tanaman kaya protein.

Kandungan protein tertinggi ada pada biji yang sudah tua, yaitu mencapai 29.8-39 gram/ 100 gram bobot segar.

Dengan kandungan protein tinggi. Manfaat kecipir sangat bagus untuk pertumbuhan. Seperti diketahui, protein merupakan unsur yang diperlukan untuk membentuk otot, tulang, kulit hingga darah.

Protein juga berguna untuk memperbaiki jaringan tubuh, meningkatkan kualitas sel dan organ tubuh.

Bukan hanya untuk manusia, bagi peternak, kecipir juga baik untuk pertumbuhan hewan ternak.

Selain protein, tanaman ini juga mengandung karbohidrat yang tinggi, yaitu mencapai 24-42 gram / 100 gram bobot segar. Dengan kandungan seperti itu, kecipir bisa menjadi pengganti sumber karbohidrat lainnya.

Selanjutnya, tanaman ini juga mengandung serat yang tinggi. Sehingga berguna untuk memperbaiki pencernaan.

Bukan hanya itu. Kecipir mengandung banyak vitamin, seperti Vitamin A pada daun dan polong muda.

Bagian tanaman ini juga mengandung pyroxidin, Niacin, Foli acid, Arcorbic Acid hingga Tocopherols.

Bahan Kecap dan Susu

Karena kandungan protein kecipir yang tinggi. Biji dari tanaman ini juga bisa dibuat menjadi susu dan kecap.

Selama ini, kacang-kacangan yang kita kenal sebagai bahan untuk membuat susu adalah Kedelai. Tanaman ini layak dibuat susu karena kandungan proteinnya paling tinggi dibanding jenis kacang lain, termasuk Kecipir.

Meski begitu, bila biji kedelai sulit didapat, kecipir bisa jadi alternatif untuk dibuat menjadi susu dan kecap. (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.