Istimewanya Mobil MPV D100 Menurut Menperin

“Saat saya melakukan kunjungan kerja ke RU II Dumai saya disambut dengan kendaraan MPV D100 artinya 100 persen menggunakan biodiesel, dan hasilnya suara mesin halus.

mpv d100

BantenTribun.id- Lima hingga sepuluh tahun lalu rasanya masih sulit membayangkan penggunaan bahan bakar nabati atau bio diesel hingga 100 persen untuk sebuah kendaraan bermotor.

Namun hal tersebut kini jadi nyata. Mobiil MPV D100 (Biodiesel 100 persen) berhasil diwujudkan. Mobil tersebut di jajal langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Mobil MPV D100 mengantar AGK dan Dirut Pertamina dari bandara Pinang Kampai Dumai menuju kilang minyak pertamina Refinery Unit (RU)  II Dumai.

“Saat saya melakukan kunjungan kerja ke RU II Dumai saya disambut dengan kendaraan MPV D100 artinya 100 persen menggunakan biodiesel, dan hasilnya suara mesin halus. “ Kata AGK dalam rilis di laman kementeriannya.

Bahan bakar Green Diesel 100 persen atau D100 menghasilkan performa mesin yang baik, “buktinya MPV D100 saat kunjungan kemarin, yang mengkonsumsi D100 dari refined, bleached da deodorized palm oil (RBDPO), mesinnya sangat halus”, tambahya.

RBDPO merupakan Crude Palm Oil (CPO) yang telah diproses lebih lanjut sehingga getah, impurites dan baunya hilang. Saat ini produksi pertamina untuk DBDPO 100 persen di RU II Dumai mencapai 1000 barrel per hari .

Merasakan langsung istimewanya mesin MPV dengan D100 membuat agus bangga dan mengapresiasi tim peneliti ITB yang bekerjasama dengan Pertamina tersebut.

“Indonesia akan mengurang impor BBM dengan menggantinaya dengan bahan bakar nabati atau Green Diesel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan” terang Agus.

Pihaknya akan terus mendorong inovasi dan tentu saja memberikan lisensi teknologi produksi katalis dalam negeri.

“Kami sangat mendukung rencana pembangunan pabrik katalis skala besar atau komersial. Apalagi, hampir seluruh produksi bahan kimia membutuhkan katalis sebagai jantung proses produksi, sehingga pasar katalis dalam negeri menjadi sangat potensial,” tandasnya.

Sejalan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian akan siap memberikan dukungan berupa kemudahan perizinan industri, penyusunan rancangan SNI Katalis, hingga fasilitasi insentif perpajakan seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax.

“Selama ini, kami turut berpartisipasi aktif dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan teknologi produksi bahan bakar hijau, termasuk diesel hijau,” jelasnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.