Intip Kedalaman Skuad Chelsea Pasca Kedatangan Kai Havertz

Kedatangan Kai Havertz membuat kedalaman skuad Chelsea makin baik. Lampard punya banyak pilihan untuk beragam kompetisi.

Meski begitu, banyaknya pemain disatu posisi membuat tensi persaingan semakin tinggi, jika tidak dijaga, bisa berpotensi muncul konflik internal.

kedalaman skuad chelsea
kedalaman skuad chelsea. foto: commond wikipedia

BantenTribun.id- Dibalik heboh Messi yang ingin hijrah tapi tak jadi, serta gonjang-ganjing Barcelona yang mengizinkan banyak pemain bintangnya pergi.7 Chelsea terus fokus membangun kekuatan untuk musim depan.

Terakhir, pasukan yang kini ditangani oleh mantan kaptennya itu sukses membeli playmaker muda asal Jerman, Kai Lukas Havertz.

The Blues telah sepakat dengan nilai sekitar 72 juta poundsterling dengan klub Havertz, Bayer Leverkusen.

Kedatangan pemain 21 tahun, melengkapi target buruan The Blues. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Stamford Bridge Stadium sukses memboyong Timo Werner dari Leipzig, Hakim Ziyech dari Ajax, hingga Ben Chilwell, bek sayap muda Inggris dari Everton.

Kehadiran pemain-pemain itu, jelas bakan menambah kedalaman skuad Chelsea untuk musim depan.

Kedalaman Skuad Chelsea

Seperti diketahui, The Blues lolos ke babak penyisihan Liga Champions Eropa setelah musim lalu sukses bertengger di posisi 4 klasemen.

Mason Mount dan kolega punya poin yang sama dengan Manchester United di posisi ke-3 klasemen. Namun United lebih produktif.

Musim depan 2020/2021 Chelsea tentu ingin memperbaiki capaian di Premiere League dan Liga Champions Eropa. Oleh karenanya Lampard merekrut banyak pemain.

Kehadiran Timo Werner misalnya. Eks Leipzig itu menambah kedalaman skuad Chelsea untuk posisi Center Forward, yang biasa dipasang sebagai target man.

Sebelum Werner hadir di Chelsea. Posisi itu sudah diisi banyak pemain, seperti Tammy Abraham, Olivier Giroud. serta Mitchy Batshuayi.

Banyaknya striker, membuat lampard punya banyak pilihan.  Tapi sejatinya jika melihat penampilan musim lalu. Produktivitas gol Chelsea cukup baik.

Senada dengan posisi Center Forward. Kehadiran Ziyech juga menambah kedalaman skuad Chelsea di lini depan, Ziyech mungkin akan dipasang di sisi kanan, sementara di sisi kiri, Callum Hudson Odoi akan bersaing dengan Christian Pulisic.

The Blues mampu mencetak 69 gol dalam satu musim. Lini belakang justeru jadi masalah. Chelsea kalah selisih gol dengan Manchester United, karena tim itu kebobolan 54 kali, jauh dibanding setan merah yang hanya kebobolan 36 kali dalam satu musim.

Lini Belakang

Bukan tak ada upaya, Lampard dan tim manajer berhasil merekrut bek senior Brasil, Thiago Silva. Pemain yang musim lalu tampil impresif bersama PSG akan menjadi andalan Lampard di lini belakang.

Lampard butuh pemain seperti Silva, terutama saat mengarungi Liga Champions Eropa. Pemian 35 tahun hadir di final musim lalu bersama Paris Saint Germain. Sebelumnya ia pun pernah menjadi andalan AC Milan di berbagai kompetisi.

Kehadiran Silva, membuat kedalaman skuad Chelsea di sektor bek tengah makin variatif. Bila pemain brasil itu dipasangkan dengan Antoni Rudiger, maka pemain lain seperti Kurt Zouma, Christensen dan Tomori bakal jadi pelapis.

Sementara rekrutan anyar lain Malang Sarr sudah jelas akan dipinjamkan Chelsea sebagai investasi.

Kedalaman skuad Chelsea di sisi bek kiri juga relatif baik. Kehadiran Ben Chilwell dari Leicester City, membuat Lampard punya banyak alternatif. Pasalnya selain Chilwell, mantan kapten timnas Inggris itu masih punya Marcos Alonso dan Emerson.

Sementara di sisi bek sayap kanan, Lampard hanya punya dua pemain, Cesar Azpiliqueta dan Reece James.

Meski begitu, bek sayap kanan-kiri, masih bisa dirotasi diantara kelima pemain itu.

skua chelsea
skua chelsea. Ilustrasi Banten Tribun

Kai Havertz dan Peta Persaingan Lini Tengah

Kai Havertz menambah kendalam skuad Chelsea di lini ditengah, sekaligus meningkatkan tensi persaingan di sektor itu. Bila Kai dipasang di posisi Center Midfieder dan difungsikan sebagai playmaker. Ia akan bersaing dengan pemain lain yang lebih senior, Ruben Loftus-Cheek dan Ross Barkley.

Di sektor ini, juga ada beberapa pemain lain, seperti Mason Mount, Mateo Kovacic hingga Billy Gilmour. Mason Mount bermain cukup baik musim lalu, dan kini masuk dalam skuad timnas Inggris.

Kai Havertz mungkin sulit mengambil posisi N’golo Kante yang bermain sebagai Anchor. Itu bukan posisi ideal buat Kai. N’golo kante akan bersaing dengan Jorginho dan pemain muda Chelsea lainnya Ethan Ampadu di posisi ini. Kemungkinan besar, Kante akan sering dimainkan jika fit. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.