Ini, Tips Aman Rapat Virtual dari BSSN

rapat virtual
foto istimewa

Pandeglang, BantenTribun.id– Merebaknya pandemic Covid-19 memaksa orang untuk tidak melakukan mobilitas tinggi dan diam di rumah. Kendati begitu, produktivitas harus tetap dijaga dan bisnis harus tetap berjalan.

Solusi yang paling mungkin tentunya menerapkan work from home, dan untuk memastikan hal tersebut berjalan maka diperlukan tools berupa software video conference untuk rapat virtual yang aman dan stabil.

Sayangnya tidak semua aplikasi rapat virtual memberi jaminan keamanan memuaskan bagi konsumennya, beberapa kasus ditemukan terutama pada aplikasi rapat virtual yang populer saat ini.

Terkait hal tersebut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membuat panduan aman rapat virtual sebagai upaya mencegah penyusup dan melindungi data penting.

Langkah-Langkah Mengamankan Rapat Virtual

Prioritaskan keamanan jaringan End point dan platform video conference sering membutuhkankan Session Boarder Controller (SBC) untuk mengatur traffic, termasuk mencari dan memblok koneksi mencurigakan. Pastikan aplikasi yang digunakan memiliki fitur SBC ini, selanjutnya lakukan pengaturan jaringan perlu di-review secara teratur untuk memastikan selalu up to date.

Pentingnya penggunaan enkripsi Bersama dengan keamanan jaringan, enkripsi merupakan hal yang mutlak bagi video conference. Algoritma standar untuk video conference saat ini adalah AES 128 bit. Pastikan aplikasi yang digunakan minimal telah memiliki fitur enkripsi tersebut.

Lindungi diri dengan “Permission” Tidak semua kebocoran data terjadi karena hacker yang masuk kedalam sistem.  Masalah keamanan dapat terjadi jika ada orang yang tidak berkepentingan dengan secara tidak sengaja diberi akses komunikasi yang seharusnya tidak dilihat misalnya karena tidak mendapatkan pengaturan yang benar. Oleh karenanya pastikan setiap peserta rapat yang diundang mendapatkan permission yang dikirim melalui jalur yang aman.

Buat dan patuhi kebijakan untuk video conference Jaringan yang aman dan enkripsi tidak akan berdampak besar pada keamanan video conference jika SDM yang menggunakan tidak memahami budaya keamanan. Kesalahan manusia (human error) merupakan penyebab terbesar terjadinya kebocoran data. Untuk itu perlu dibuat kebijakan/policy yang diantaranya mengatur bagaimana menggunakan sistem, bagaimana menggunakan perangkat mobile dan remote secara aman, hingga informasi apa saja yang dapat disampaikan pada saat teleworking (salah satu referensi yang dapat digunakan adalah NIST SP 800-46 Revisi 2).

Sebelum Rapat

Ketika menggunakan peralatan atau lokasi yang tidak biasa, lakukan pengujian koneksi sebelum rapat. Jika mungkin, buat koneksi video conference beberapa menit sebelum mulai rapat. Pastikan setiap peserta rapat telah mendapatkan permission untuk bergabung pada video conference.

Buat rencana komunikasi cadangan jika terjadi permasalahan koneksi, misalnya meminta peserta/partisipan untuk tetap terhubung melalui laptop, menggunakan mobile atau speakerphone, dan/atau bekolaborasi melalui tool kolaborasi online.

Selama Rapat Berlangsung

Minta semua peserta membagikan tampilan video dan audio. Minta peserta mematikan mikropon jika lokasinya memiliki noise atau jika tidak sedang berbicara.

Diperlukan fasilitator rapat yang akan menyampaikan agenda rapat dan mengatur jalannya rapat. Pastikan semua peserta memperoleh akses yang sama terhadao konten yang dibagikan selama video conference dan menggunakan tools online jika mungkin.

Batasi penggunaan berbagi layar, pastikan fitur berbagi layer dapat dikontrol oleh admin. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya peserta rapat yang berbagi layar yang tidak dibutuhkan.   (Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.