Ini Pendapat Para Tokoh Soal Indonesia Musnah di Tahun 2030

indonesia musnah 2030
Ilustrasi Indonesia Musnah 2030. foto Pepnews

Indonesia Musnah di Tahun 2030, menjadi pernyataan kontroversial dan menjadi trending. Pernyataan Prabowo Subianto yang dikutip dari Novel Fiksi Ghost Fleet itu menuai beragam tanggapan dari para tokoh nasional

BantenTribun.id- Pernyataan Prabowo Subianto soal Indonesia Musnah di Tahun 2030 sebagaimana di unggah dalam akun twitter resmi Parta Gerindra menjadi trending topik dan menuai kontroversi di pekan ini.

Pro-Kontra pun mencuat ke permukaan, ada yang memandang hal itu hanyalah fiksi belaka, sebagaian meminta tetap optimis meski berat, namun sebagian lain – bila merujuk pada kondisi ‘kekinian’ Indonesia maka pandangan Prabowo yang dikutip dari novel fiksi berjudul ‘ghost fleet’ itu bisa saja terjadi.

Menanggapi pernyataan Prabowo, Presiden Jokowi meminta agar masyarakat tetap optimis memandang masa depan, ‘Indonesia Musnah di Tahun 2030’ anggap saja sebagai sebuah pengingat.

Senada dengan Jokowi, Ketua PBNU Said Aqil Siraj berpendapat selama masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tak mudah terprovokasi, Indonesia masih tetap eksis.

Sementara  Kapolri Tito Karnavian memiliki pandangan yang sedikit berbeda. Menurut Tito kunci agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat maka gap antara kelas ekonomi elit (high class) dengan kelas menengah dan kelas bawah harus dipersempit.

“Faktor pemecah bangsa ini menurut saya adanya gap yang besar antara high class, dan low class.” Kata Tito saat meresmikan gedung baru di Mapolda Jawa Tengah, seperti dilansir dari Antara, Jum’at (23/3).

Fahri Hamzah dan mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo memiliki pandangan yang tak jauh berbeda dengan Tito.

Fahri menganggap apa yang diungkapkan Prabowo dalam pidatonya adalah sesuatu yang masuk akal, apalagi bila melihat kondisi saat ini dimana kita masih terjebak isu-isu lama.

“Kia terjebak isu 90 tahun yang belum selesai masih dibesar-besarkan. Masih bikin kampanye saya Pancasila saya Indonesia seolah Indonesia tak stabil.” Ungkap Fahri seperti dilansir dari Kumparan

Fahri juga mengungkap bila Indonesia rawan di adu domba,  menuruntya persoalan politik, kesejahteraan rakyat, konsentrasi penguasaan sumber daya kapital dan faktor produksi oleh segelintir orang menjadi hal yang harus diselesaikan.

Selanjutnya mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, bubarnya Indonesia bisa saja lebih cepat dari tahun 2030 bila kesenjangan sosial dan ekonomi makin lebar. Hanya saja Gatot tetap meminta agar masyarakat tetap berfikir positif dan menjadikan pidato Prabowo peringatan untuk terus waspada.

Pendapat lebih mendalam diungkapkan oleh Deni JA. Sosok yang dikenal sebagai konsultan politik itu mengungkap bila buku fiksi “Ghost Fleet” sejatinya mengungkap lebih sedikit soal Indonesia, dan lebih banyak membahas kebangkitan China dan India yang mengancam eksistensi Amerika.

Dilansir dari RMOL, menurut Deni, Indonesia “Musnah” dianggap sebagai negara gagal (Failur State). Masih menurut Deni negara gagal merupakan kondisi dmana pemerintah tidak mampu mengelola kompleksitas permasalahan. Akibatnya wibawa pemerintah runtuh di mata masyarakatnya.

Penurunan kesejahteraan masyarakat, moral decay akibat korupsi yang merajalela hingga sentimen negatif atas rasa ketidak adalan dan kegagalan pemerintah dalam mengelola ragam kelompok komunal, ideologis dan primordial menjadi beberapa indikator yang menunjukan sebuah negara gagal.

Meski konsep negara gagal masih kontroversial, menurut Deni hal itu telah dirumuskan dalam Fragile State Index. Jika merujuk pada Fragile State Index 2017, masih menurut Deni kondisi Indonesia masih aman karena berada di nomor 94 dari 178 negara yang dijadikan sampel.

Bila merujuk pada kondisi yang ada, beberapa gejala seperti persoalan kesenjangan antara pusat dan daerah, persoalan ketidakadilan hukum, persoalan ideologi seperti saat pembubaran salahsatu Ormas Islam dan pada saat yang sama Indonesia tengah dilanda hutang yang tinggi serta persoalan kemiskinan menjadi bagian penting yang mudah “digoreng” sebagai sesuatu yang bisa menganggu stabiltas nasional.

Deni menganggap, bila novel Fiksi Ghost Fleet yang dikutip oleh Prabowo soal Indonesia musnah di tahun 2030 menjadi Wake Up Call agar membuat segenap unsur bangsa terus waspada. (red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.