Ini Fakta Ngemil Warga Dunia Saat Lockdown

fakta ngemil

Lockdown, pembatasan atau yang sejenis dengan kata tinggal di rumah selama pandemi, telah merubah gaya hidup termasuk fakta ngemil warga dunia.

BantenTribun.id- Survey FMGC Gurus menunjukan warga dunia yang  ngemil dimasa lockdown melonjak..

Perusahaan riset untuk barang-barang konsumen itu menyatakan, jumlah warga dunia yang ngemil meningkat hingga 30 persen, dan 60 persen diantaranya mengaku lebih banyak makan makanan enak hingga permen.

Survey yang dilakukan di 18 negara dengan populasi hingga 23.000 konsumen juga menunjukan semakin banyak orang hijrah mengkonsumsi makanan ringan karena punya banyak waktu diam di rumah.

“Ngemil menjadi pelarian dari tekanan hidup sehari-hari, dan itu alasan utamanya,” tulis FMGC Gurus dalam laporannya, seperti ditulis CNBC.

Fakta Ngemil Warga Dunia, di Asia

Secara umum warga asia juga berprilaku sama dengan warga dunia di belahan benua lain.

Di Cina misalnya, survey dari Ai Palette, sebuah perusahaan teknologi yang bermarkas di Singapura dan India menunjukan, telah terjadi peningkatan konsumsi kue di negara itu hingga 66 persen year on year (yoy) untuk periode Januari-Apirl.

Selain kue, konsumsi es krim warga cina juga meningkat 51 persen yoy, dan sebagian es krim dibuat sendiri di rumah.

Jika Kue dan es krim favorit di Cina, maka lain hal dengan warga Filipina. crackers, menjadi barang favorit di negara itu.

Warga Thailand lain lagi, konsumsi chips semacam kripik dan kue jenis cookies menjadi barang langka yang cepat hilang dari rak-rak toko.

Sementara untuk warga Indonesia, dua jenis makanan yang banyak dibuat ngemil adalah cookies dan cake.

“Fakta ngemil di malam hari dan diwaktu yang tak teratur lainnya melonjak, karena orang-orang memiliki banyak waktu senggang saat dirumah.” Terang Somshubra Gan Choudri, CEO Ai Palette, seperti dilansir CNBC.

Demam Dalgona

Fitch Solution, menyatakan fakta lain soal konsumsi masyarakat dunia, khususnya mengenai demam Kopi Dalgona. Minuman yang dipopulerkan warga Korea Selatan itu viral dan menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia..

Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan data, riset dan analisisi untuk pengambil keputusan itu menyimpulakan bila kopi Dalgona adalah cemin kesadaran konsumen akan kenaikan harga pasar, sebab kopi yang digunakan kebanyakan kopi instan yang murah.

Pekerjaan yang tidak pasti dan pendapatan yang rontok, memaksa konsumen mencari alternatif lain untuk dimakan atau minum, tentu dengan harga yang lebih murah. (Nda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.