Impor Telat, Harga Gula Melompat

gula

lompatan harga gula karena adanya kelangkaan (scarcity) di pasaran, hal itu juga disebabkan adanya keterlambatan impor.

BantenTribun.id- Gula merupakan satu dari sekian kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Dimusim pandemi dengan anjuran ‘dirumahaja,’ kebijaan PSBB dan Suasana Ramadhan membuat harga komoditas satu ini bukan hanya naik, tapi melompat.

Sebenarnya, lompatan harga gula ditengarai terjadi sejak Februari. Saat itu harga rata-rata ditingkat eceran mencapai sebsar Rp 13 ribu hingga Rp. 15 ribu per kilogram.

Bulan ini harganya malah tambah naik, hingga mencapai Rp. 20 ribu per kilogram.

Yudi Yusriadi, Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia menyatakan, lompatan harga gula karena adanya kelangkaan (scarcity) di pasaran, hal itu juga disebabkan adanya keterlambatan impor.

Terkait impor, Yudi juga menambahkan bila impor yang disetujui adalah gula dalam bentuk Kristal Merah (GKM).“Saat ini tinggal menunggu proses menjadi gula kristal putih (GKP) yang juga perlu waktu,” ungkapnya.

Rencananya pihak yang akan melakukan impor gula adalah Perum Bulog, selain itu ada juga tambahan impor sebesar 250 ribu ton yang akan dilakukan oleh PG Rafinasi.

kendalikan Impor

Kementerian Pertanian, sebenarnya sejak beberapa tahun ini telah mencoba  mengendalikan dan membatasi impor gula.

Dalam beberapa Kesempatan Kementan juga menyatakan kebutuhan gula konsumsi untuk tahun 2020 sebesar 2.8 juta ton dapat terpenuhi seiring bertambahnya pabrik gula baru di Indonesia.

Namun lagi-lagi menurut Yudi, persoalan gula bukan hal mudah untuk diselesaikan, sebab dari tahun ketahun makin rumit, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 di seluruh dunia saat ini, semakin tidak pasti.

“dalam situasi seperti ini persoalannya semakin kompleks. Selain masalah gula yang terbatas (pasokan terbatas), distribusinya juga kurang terpantau. Bahkan, di sejumlah pasar tradisional, ada sebagian besar gula yang diproduksi tahun 2019,” paparnya.

Untuk menstabilkan harga gula, menurut Yudi impornya perlu dikendalikan, sebab tak lama lagi sekitar uni Pabrik Gula Nasional mulai giling. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.