Hindari Depresi Saat Memasuki Masa Pensiun

 

ilustrasi Post-power-syndrome@ lenterakecil

Masa pensiun bakal dialami oleh siapapun,  ASN maupun  pegawai swasta.  Memasuki pasca pengabdian ini dibutuhkan persiapan agar tidak mengalami depresi atau “Post Power Syndrome”, terutama bagi golongan pejabat. Lalu apa yang harus disiapkan?

Pandeglang,BantenTribun.id– Post Power Syndrome adalah kondisi kejiwaan yang dialami oleh seseorang yang kehilangan kekuasaan atau jabatan yang diiringi dengan menurunnya harga diri.

Menurut Suharjan, konsultan psikologi  dari lembaga psikologi terapan Grahita Indonesia, menjelaskan secara umum ada tiga gejala utama yang menyertai seseorang mengalami power syndrome tadi

“ Gejala seseorang mengalami post power syndrome bisa Nampak dari fisik, emosi dan tingkah laku,” kata Suharjan, pemegang otonomi Grahita untuk wilayah Serang- Cilegon, kepada BantenTribun, Minggu, 28 Juni 2020.

Ciri secara fisik, masih kata Suharjan,    seseorang dengan gejala tadi akan tampak lebih kuyu dan gampang sakit sakitan, mudah terserang flu atau demam dan gangguan kesehatan yang lain.

Sedangkan secara emosi, biasanya ditandai menjadi gampang  sensitif atau perasa, gampang tersinggung, pemurung, atau kadang lebih suka menyendiri.

“Secara tingkah laku biasanya  lebih pendiam, pemalu dan ada juga yang terlalu membangga banggakan kejayaan di masa lalu nya,” terangnya.

“Mind, Body and Energy connected,  artinya bahwa pikiran, perasaan dan tubuh adalah satu kesatuan sehingga saling mempengaruhi,” imbuh Suharjan.

Agar terhindar dari rasa depresi akibat post power syndrome ini, Suharjan memberikan tips atau langkah-langkah yang diharapkan bisa jadi solusi bagi yang mau menghadapi purna tugas atau pensiun.

Menurutnya, sebaiknya lima tahun sebelum pensiun sudah mempersiapkan diri baik secara mental maupun material

Melakukan diagnosa diri melalui Aura Sintesa sehingga dapat dideteksi secara lengkap baik kondisi psikis maupun kondisi fisik.

“ Tentukan aktivitas apa yang akan dilaksanakan pada saat sudah waktunya tiba masa purna tugas nanti,” jelasnya.

Selain itu, melakukan aktivitas yang selaras dengan hoby pada saat sudah pensiun, serta tetap menjalin komunikasi dan relasi dengan teman sejawat, baik dalam bentuk relasi bisnis  atau relasi aktivitas sosial, sangat disarankan.

Bagi yang sudah pensiun, yang paling penting adalah tetap aktif baik dalam bentuk kegiatan sosial, hoby atau bisnis.

“ Karena yang paling penting otak tetap aktif berpikir dan tubuh tetap aktif bergerak, meskipun sudah pension,” tutupnya.*(kar).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.