Hati-Hati Duduk Terlalu Lama Picu Diabetes

duduk lama picu diabetes
Diabetes ternyata bisa dipicu oleh aktivitas duduk yang terlalu lama. foto: istimewa

Diabetes ternyata bisa dipicu akibat aktivitas duduk yang terlalu lama, sementara waktu untuk berolahrga semakin kurang.

BantenTribun.id-  Anda pekerja kantoran, atau bekerja pada suatu jenis pekerjaan yang mengharuskan duduk dalam waktu yang lama? Hati-hati berbagai resiko penyakit berbahaya seperti Diabetes, Kanker dan Penyakit Jantung bisa hinggap ke tubuh anda.

Duduk terlalu lama ternyata menyebabkan tumpungan lemak visceral semakin parah. Lemak Visceral merupakan jenis lemak yang membungkus hati, pankreas dan ginjal.

Jenis lemak itu lebih banyak berada di sekitar perut sehingga sering disebut sebagai lemak abdominal yang membuat perut anda buncit. Dalam bahasa medis kondisi itu disebut sebagai Intra-abdominal atau central obesity.

Fakta sekarang – terutama pekerja kantoran, baik di kantor pemerintah atau perbankan banyak karyawan yang harus rela duduk berjam-jam baik melakukan pelayanan atau membereskan berbagai soalan administrasi.

Tanpa terasa, perut pun semakin membesar akibat tumpukan lemak visceral, sementara waktu berolahraga makin berkurang. Padahal hal tersebut dapat memicu risiko diabetes tipe 2 dan serangan jantung.

Risiko Diabetes

Dilansir dari Dailymail, riset terbaru dari Universitas Leicester di Inggris menunjukan bila terlalu lama duduk dan isitirahat bisa sebabka penyakit kronis seperti Diabetes tipe- 2 dan penyakit jantung.

Dr. Joe Henson sang periset menjelaskan, bila sifat lemak visceral berbeda dengan subkutan. Lemak Subkutan merupakan jenis lemak yang berada dibawah tepat dibawah kulit kita. Sedangkan lemak visceral telihat akan “melilit” organ dalam tubuh kita seperti pankreas, hati dan ginjal.

Tumpukan lemak visceral di pankreas dapat memicu resistensi insulin yang berujung pada timbulnya diabetes tipe-2.

Metode penelitian yang dilakukan Dr. Joe Henson dan tim menggunakan MRI untuk memindai 124 orang sampel yang didiagnosis mengalami diabetes tipe-2. Ia juga menggunakan alat elektromekanik  yang disebut akselerometer yang ditempatkan di sekitar pinggang sampelnya.

Akselerometer digunakan untuk mengukur berapa lama sampel menghabiskan waktu untuk duduk selama seminggu.

Hasilnya luar biasa. Hubungan antara lama duduk dan tumpukan lemak visceral ternyata signifikan.

“Dengan MRI dan pemantau aktivitas fisik, kami menemukan bila semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk, semakin tinggi tingkat lemak visceral yang ada dalam tubuh.” Ungkap Dr. Henson

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal obesitas.

Sumber: Dailymail

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.