Hari Ini, Gubernur Banten SegeraTerapkan PSBB Untuk Semua Kabupaten dan Kota

Gubernur Banten, Wahidin Halim akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk semua Kabupaten dan Kota di Banten.

gubernur banten, psbb
Gubernur Banten, Wahidin Halim. Foto: Laman Resmi Pemprov Banten

BantenTribun.id- Mulai hari ini, Senin (7/9) Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk semua kabupaten dan kota di Banten.

Peningkatan signifikan kasus baru Covid-19 di 8 Kabupaten/Kota di wilayahnya, membuat mantan Walikota Tangerang itu harus mengambil langkah lebih.

“Tidak ada rapat evaluasi PSBB tahap 10 atau perpanjangan PSBB ke-9 di Banten. PSBB segera diperpanjang dan sekarang berlaku untuk seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.” Terang WH, saat menerima update laporan perkembangan Covid-19 dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, Ati Pramuji Hastuti. Seperti tertuang dalam keterangan resmi Pemprov Banten.

Terkait hasil laporan dari Kadinkes Banten, Ati Pramuji H. Banten saat ini tengah menghadapi peningkatan kasus yang signifikan. Hasil evaluasi terakhir menunjukan, status Kabupaten dan Kota di Banten berada pada zona merah dan oranye.

Penentuan zona risiko Covid-19, di Banten berdasarkan pada 15 indikator. Elaborasi indikator menghasilkan indeks dalam jumlah angka tertentu untuk kemudian dijadikan dasar untuk mengkalisifikasi zona risiko terkait infeksi Covid-19.

Ada 4 klasifikasi untuk Zona risiko Covid-19 di Banten. Pertama adalah zona risiko tinggi atau zona merah dengan indikator 0-1.8. Kedua, zona oranye atau risiko sedang, dengan indikator 1.9-2.4.

Ketiga zona kuning atau risiko rendah, dengan indikaotr 2.5-3.0. Keempat zona hijau atau tidak terdampak dan tercatat kasus Covid-19

“Berdasarkan hasil evaluasi, dengan cut off data per tanggal 29 Agustus 2020. Kota Tangerang berada diangka 1.7, dan Kabupaten Tangerang diangka 1.9. Berikutnya, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon diangka 1.9. Kota Serang diangka 2.1, Kabupaten Serang diangka 2.2 dan Kabupaten Pandeglang berada diangka 2.4.” Terang Kadinkes.

Gubernur Banten, Minta Warga Lebih Peduli

Peningkatan kasus Covid-19 di Banten, menurut WH tak lepas dari mulai longgarnya penerapan disiplin dan kepedulian warga terhada protokol kesehatan.

“Berkali-kali saya ingatkan, adanya kelonggaran akan banyak pelanggaran. Mobilitas warga yang tidak terkontrol di daerah lain berefek pada wilayah lainnya. Dan saat ini banyak terjadi di Banten hingga kembali masuk ke zona risiko tinggi,” jelas Gubernur Banten.

Oleh karena itu, ia menilai, penerapan PSBB di 8 Kabupaten/Kota di wilayahnya dapat membuat masyarakat kembali peduli dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Untuk diketahui, Provinsi Banten segera menerapkan PSBB di delapan (8) kabupaten/kota setelah sebelumnya hanya berlaku di wilayah Tangerang Raya.

Hal itu telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan, saat ini penerapan PSBB menjadi kewenangan daerah karena lebih memahami wilayahnya.

Senada dengan Gubernur Banten, Dijelaskan Ati, selama PSBB tahap 9 – 10 telah terjadi penurunan disiplin kesadaran masyarakat terhadap wabah Covid-19.

“Mobilitas masyarakat juga sudah tidak terkendali, serta belum optimalnya pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga, faktor-faktor tersebut menyebabkan adanya peningkatan kasus.” terangnya.

Namun Ati menegaskan, intensitas skrinning Covid-19 meningkat di delapan (8) kabupaten/kota Provinsi Banten.

Ia berharap edukasi dan inovasi dalam meningkatkan kesadaran bahaya wabah Covid-19 di masyarakat terus ditingkatkan. Jadi tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang Kesehatan saja. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.