Gubernur WH Akui Adik Ratu Atut Masih Kuasai Proyek

 

Gubernur Banten Wahidin Halim
Gubernur Banten Wahidin Halim( foto-ist).

Gubernur Banten Wahidin Halim, mengakui kalau Tubagus Chaeri Wardana TCW) masih berusaha menguasai proyek-proyek di tanah Banten sekalipun sudah dibui di Lapas Sukamiskin.

Pandeglang, BantenTribun.id– Wawan, sapaan Tubagus Chaeri Wardana, adalah adik dari mantan Gubernur Banten 2005-2014 Ratu Atut Chosiyah, juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, atau Paman Wabup Banten, Andhika Hazrumy.

Melansir laman Tempo, dugaan Wawan masih menguasai banyak proyek disebut pegiat anti korupsi dan juga pengusaha menyusul terkuaknya suap di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mereka menegaskan sejumlah fasilitas yang didapat Wawan di penjara khusus koruptor itu. Di antara fasilitas itu adalah keleluasaan menerima tamu.

Banyak pengusaha di Serang yang kerap sowan dan minta arahan untuk dapat proyek di Banten, termasuk saya mencoba itu,” kata seorang pengusaha berinisial SF, Selasa 24 Juli 2018 lalu.

Wahidin Halim tak menyanggah indikasi Wawan masih mengendalikan proyek di Banten. Dia bahkan mengatakan tahu ada proyek yang dimaksud.

“Benar masih ada yang datang ke PU (Dinas Pekerjaan Umum), ya melalui pihak ketiga,” katanya di SMKN 2 Kota Tangerang, Kamis 26 Juli 2018.

Wahidin mengaku sudah mengingatkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy tentang praktik itu. Andika adalah anak dari Ratu Atut atau keponakan dari Wawan. “Yang berjalan itu sudah sistematis, melalui orang ketiga,” kata Wahidin.

Adanya kaki tangan atau orang ketiga itu juga disebutkan pegiat anti korupsi Banten Uday Suhada. Bukan hanya di lingkungan provinsi, Wawan juga disebutnya masih menguasai proyek di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pengacara Wawan, Tubagus Sukatma, menyangkal indikasi dan keterangan tentang keterlibatan kliennya tersebut. Menurut dia, Wawan tidak berurusan  lagi dengan proyek di Banten.

Buktikan saja kalau ada, klien saya sedang konsentrasi menghadapi dakwaan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata Sukatma, seperti dikutip dari laman tersebut.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.